Garuda Indonesia
 

WAMENA-Tiga kampung di Distrik Musafak dilanda angin puting beliung dan  hujan es. Akibat kejadian ini, beberapa rumah warga  di tiga kampung tersebut dilaporkan rusak akibat diterpa pohon yang roboh,  pada Senin (27/11) sore kemarin.

  Pastor Paroki St. Fransiskus  Distrik Musatfak, Ivan Simamora mengakui bahwa,  kejadian luar biasa ini  baru pertama kali terjadi. Sejumlah rumah rusak berat akibat tertimpa pohon yang tumbang tertiup angin puting beliung. Pihak gereja saat ini sedang melakukan pendataan kepada warga yang menjadi korban hujan es dan angin puting beliung.

  ”Saat ini kami dari  gereja sedang melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban hujan es dan angin puting beliung tersebut, dalam insiden ini juga membuat masyarakat sedikit panik dengan perubahan alam itu,”ungkapnya Selasa (28/11) kemarin.

  Hujan es dan angin puting beliung sekitar satu setengah jam itu, kata Pater Ivan, esnya cukup besar, lebih besar dari biji jagung. Hampir dua kali besar biji jagung. Akibat dari hujan es dan puting beliung ini, beberapa rumah rusak, dan saat ini masyarakat sedang mencoba untuk memperbaiki kerusakan yang menimpa rumah mereka.

Menurutnya,  hujan dan angin itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIT dan hingga kini ada beberapa keluarga yang terpaksa membuat tenda darurat, sebab rumah mereka rusak tertimpa pohon yang roboh. Ini tidak pernah terjadi di sana dan baru empat rumah yang ia data, dari jumlah keseluruhan warga di tiga kampung.

”Hingga laporan ini diturunkan, belum ada perwakilan pemerintah yang datang ke sana untuk melihat bencana yang dihadapi masyarakat  di tiga kampung seperti  Temia, Anegera dan Hamuki. Hujan es cukup kuat dan deras, disertai angin yang kencang ,”jelasnya

  Ia menambahkan , dalam insiden yang menimpa masyarakat kampung di sana Pemerintah Distrik tidak ada, karena kepala distrik dan aparat mereka tinggal di Kota Wamena, dan Jayapura  mereka tidak ada yang bergerak. Sekarang ini  hanya dari gereja yang sementara turun untuk mengambil data di lapangan terkait kejadian itu.

  ”Baru kami pihak gereja yang mengambil data di kampung terhadap masyarakat yang tertimpa bencana itu, pemerintah sendiri belum turun untuk melihat masyarakat ,”tambah Pater Ivan via selulernya.(jo/tri)


Kategori : Lintas Papua

Komentar