Garuda Indonesia
 

LAS VEGAS – Kecantikan yang komplet. Itulah yang mengantar Demi-Leigh Nel Peters, 22, memenangkan mahkota Miss Universe 2017. Dalam malam final di The Axis, Planet Hollywood, Las Vegas, Minggu malam waktu setempat (kemarin WIB), wakil Afrika Selatan itu menunjukkan keluwesan, kecerdasan, dan keberanian yang memukau juri. Dia tidak bisa menahan jerit bahagia ketika  Miss Universe 2016 Iris Mittenaere menyematkan tiara di kepalanya. 
 
Nel-Peters adalah perempuan Afrika Selatan kedua yang memenangi kontes kecantikan tertinggi sejagat itu. Sebelumnya, ada Margaret Gardiner yang merebut mahkota pada 1978. Di top 3, Nel-Peters mengungguli Laura Gonzalez dari Kolombia dan Davina Bennett dari Jamaika.
 
”Rasanya tak percaya. Aku sempat berpikir, apakah ini geladi resik? Ah, ternyata bukan. Ini nyata,” tuturnya bersemangat saat diwawancarai Miss USA 2015 Olivia Jordan di press room. ”Ini adalah impian sejak kecil. Aku percaya aku bisa mencapai sesuatu yang besar. Aku bisa membuktikan pada orang-orang yang tidak percaya kepadaku bahwa mereka salah,” lanjut perempuan kelahiran Sedgefield, 22 Juni 1995, itu. 
 
Modal kemenangan Nel-Peters tentunya bukan hanya kecantikan fisik. Sejak karantina, alumnus North-West University, Afrika Selatan, itu rajin mengampanyekan isu-isu sosial. Misalnya, kekerasan dan HIV/AIDS. Di negerinya yang dikenal punya angka kriminalitas tinggi, dia juga aktif membikin workshop pertahanan diri buat perempuan. 
 
Sisi smart juga tampak dari jawaban-jawabannya yang tajam dan mengena. Misalnya, saat babak lima besar, para kontestan harus menjawab pertanyaan yang dihimpun dari fans beauty pageant di media sosial. Nel-Peters mendapat pertanyaan seputar masalah yang dihadapi perempuan di tempat kerja. Dengan tenang dan tegas, dia mengungkapkan soal kesenjangan upah antara pekerja perempuan dan laki-laki. 
 
”Perempuan biasanya hanya digaji 75 persen dari yang didapat lelaki untuk pekerjaan yang sama dan jam kerja yang sama. Menurutku, ini tidak benar,” ucapnya lugas. ”Kita harus memangkas kesenjangan ini supaya lelaki dan perempuan mendapat hak yang sama di tempat kerja,” lanjutnya. 
 
Untuk babak top 3, para peserta diberi pertanyaan yang sama oleh juri. Yakni, kualitas diri apa yang mereka banggakan dan bagaimana mereka menerapkannya ketika menjadi Miss Universe. Nel-Peters mengungkapkan bahwa Miss Universe adalah sosok percaya diri serta bisa mengajak perempuan lain untuk menjadi lebih berani. ”Sosok seperti itulah aku,” ujarnya.
 
Di sisi lain, perwakilan Indonesia Bunga Jelitha Ibrani harus puas menjadi penonton saja. Bunga tidak masuk jajaran top 16, prestasi yang rutin didapat Indonesia selama empat tahun terakhir. Meski, dari segi popularitas Bunga cukup dijagokan. Berbagai forum dan akun beauty pageant menilai bahwa perempuan 26 tahun itu layak berada di jajaran top 16.
 
Saat dihubungi Jawa Pos seusai kontes, Bunga kembali menyampaikan permohonan maaf. ”Saya benar-benar mohon maaf karena belum bisa memberi prestasi yang bagus di Miss Universe,” ucapnya. Nada suaranya terdengar lemah.
 
Bunga sangat mengapresiasi dukungan warga Indonesia. Foto editan yang menampilkan Bunga mengenakan mahkota Miss Universe sempat marak di media sosial. ”Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan doa yang tak putus-putus untuk saya selama di sini,” katanya. 
 
Yayasan Puteri Indonesia (YPI) menyatakan tetap bangga terhadap Bunga yang sudah berjuang maksimal. Mega Angkasa, ketua bidang komunikasi YPI, menyatakan bahwa sistem penentuan 16 besar yang berbeda juga memengaruhi masuk-tidaknya Bunga ke top 16. Tahun ini, top 16 ditentukan berdasar wilayah dan voting. 
 
Dari wilayah Asia-Pasifik & Afrika, Amerika, dan Eropa, diambil masing-masing empat peserta dari penilaian juri. Barulah empat sisanya dipilih berdasar voting lewat situs Miss Universe dan Twitter. ”Masing-masing wilayah pesertanya sangat kuat dan kompeten dalam bidang beauty pageant,” kata Mega. 
 
Miss Universe tahun ini juga diwarnai kontroversi. Panitia meminta salah seorang juri, Lele Pons, meng-unfollow akun pribadi milik finalis Amerika Latin. Sebab, bintang YouTube itu memang hanya mengikuti akun Miss Mexico, Miss Venezuela, dan Miss Colombia. Menurut panitia, hal tersebut memberi kesan bahwa tiga kontestan itu difavoritkan. (len/c6/na)

Kategori : Hiburan

Komentar