Garuda Indonesia
 

TIMIKA- Pembunuhan sadis kembali terjadi di Kota Timika. Kali ini menimpa Dedi Kiwak (28,) warga Jalan Mambruk Distrik Kwamki Narama. Korban ditemukan tewas dengan kondisi sejumlah anak panah tertancap di beberapa bagian tubuh korban.

Data yang dihimpun Radar Timika, kejadian yang terjadi Minggu (12/11) sekitar pukul 01.15 WIT di Jalan masuk Distrik Kwamki Narama ini berawal, saat salah satu security atas nama Agustinus Guntur yang saat itu, sedang melaksanakan tugas pengamanan Objel Vital (Pam Obvit) di pintu masuk Check Point 28.

Saksi kemudian, mendengar seperti ada suara teriakan minta tolong sebanyak empat kali, dari arah jalan masuk Distrik Kwamki Narama.

Kemudian security tersebut bersama dua anggota TNI yang juga melaksanakan tugas Pam Obvit di pintu masuk CP28, kemudian mendatangi asal suara teriakan minta tolong tersebut, dengan menggunakan sepeda motor.

Namun saat tiba di lokasi tersebut, mereka hanya mendapati sebuah helm warna hitam dan satu buah topi warna kuning. Selanjutnya, satu anggota security dan dua anggota TNI itu, lalu kemudian kembali ke pos penjagaan dengan tujuan mengambil mobil untuk melakukan penyisiran.

Dan saat melakukan penyisiran dengan menggunakan mobil, mereka melihat korban sudah tergeletak di parit, dengan kondisi mengenaskan, di mana sejumlah anak panah tertancap di tubuh korban.

Selanjutnya polisi yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan saat tiba di TKP, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Di antaranya satu anak panah dengan panjang kurang lebih satu meter, dengan ujungnya berwarna hijau.

Kemudian satu anak panah terdapat balutan warna kuning, satu buah sepatu merk Nike, satu buah topi rasta dengan bahan benang wool, satu buah helm warna hitam, satu buah anak panah warna hitam dan kuning yang sudah patah, satu buah sepatu merk Nike warna hitam kuning yang masih terpasang di kaki kiri korban.

Kemudian, sembilan anak panah yang masih tertancap di tubuh korban, sebilah parang yang masih melekat pada pinggang kiri korban.

Selain itu, korban saat ditemukan sementara menggunakan celana panjang warna krem, dan memakai baju warna hitam dan baju dalam bermotif loreng, serta menggunakan kaos kaki warna hijau.

Posisi korban saat ditemukan yakni dengan posisi tengkurap, dan wajahnya tertunduk di bagian tanah dan korban akhirnya tewas.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, untuk proses selanjutnya. (tns)


Kategori : Lintas Papua

Komentar