Garuda Indonesia
 

SORONG-PKL kembali berjualan di tempat-tempat yang dilarang oleh Pemerintah Kota Sorong. Menjamurnya PKL di tempat-tempat yang dilarang untuk berjualan seperti Taman DEO dan disepanjang jalan trotoar Kota Sorong. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar dibenak beberapa orang yang memahami hal tersebut merupakan masalah karena menyalahi aturan dimana PKL dilarang berjualan di jalan-jalan utama kota yang dinilai merusak wajah Kota Sorong.

  Penertiban PKL yang dilakukan oleh Satpol PP sudah sering dilakukan. Barang dagangan PKL pun disita hingga ada yang membayar denda akibat sudah sering melanggar tata tertib, namun ternyata hal itu tidak menimbulkan efek jera para PKL, oleh karena itu mereka kembali berjualan Taman DEO hingga sekarang.

  “Saya mau jualan dimana lagi mbak, di sini yang ramai. Terus bukan hanya saya juga yang jualan toh. Sudah pernah dilarang memang. Sekarang tidak ada lagi jadi yah saya ikut jualan sama PKL yang lain,”kata salah satu pedagang siomay yang enggan menyebutkan namanya kepada Radar Sorong, Sabtu (11/11).

  Hal senada dikatakan Tono (31) pedagang bakso ini mengaku dagangannya lebih cepat habis di Taman DEO dibanding ia harus berkeliling jualan.“Melihat teman-teman juga yang jualan sudah tidak lagi di razia Satpol PP makanya saya berani jualan di sini,”ujarnya.

  Plt Kepala Satpol PP Kota Sorong, Ridwan Iribaram, menegaskan bahwa penertiban PKL bukan hanya Satpol PP saja, selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa penertiban PKL hanya Satpol PP padahal masih banyak pihak terkait. Perda nomor 24 tahun 2012 tentang ketertiban umum yang menyangkut instansi terkait yang juga terlibat pada penertiban PKL.

  “Itu nanti kita rapat koordinasi dengan instansi teknis, setelah rapat instansi teknis kemudian hasil rapatnya akan diajukan ke pak walikota untuk pak walikota tetapkan sebagai instruksi,”katanya.

  Ridwan mengatakan untuk teguran, Satpol PP sudah sering lakukan, teguran satu kali, kedua kali dan ketiga kali hingga pemberian surat. Nah jika membandel baru mengadakan rapat evaluasi kemudian mendapatkan instruksi untuk dilakukan penertiban tegas berupa penyitaan barang dagangan PKL.

  “Penertiban PKL dilakukan tunggu instruksi walikota, karena kalau kita melangkah sendiri takutnya salah, kalau teguran sudah. Pedagang yang berjualan di atas trotoar dan di mobil-mobil juga akan ditertibkan nanti,”ujarnya. (zia)


Kategori : Metro

Komentar