Garuda Indonesia
 

SORONG –Frangki B Tomasui dikukuhkan menjadi Ketua Ikatan Keluarga Dalek Esa (IKDE) NTT Kota Sorong periode 2017-2020. Pengukuhan dilakukan di Aula RRI Sorong Sabtu (11/11). Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Dalek Esa.

  Di hadapan Ketua Flobamora Provinsi Papua Barat  Clinton Tallo, Ketua Dewan Penasehat Flobamora Provinsi Papua Barat Simon Amalo, seluruh pengurus Dalek Esa dan masyarakat yang turut hadir pada malam pengukuhan tersebut, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih karena dipercaya mengemban jabatan sebagai Ketua (IKDE) Kota Sorong. Dia berharap melalui wadah ikatan ini  dapat menajdi jembatan penghubung antara masyarakat NTT di Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat.

  “Terima kasih atas amanah yang telah diberikan ini, kedepannya program Dalek Esa itu tidak muluk-muluk, kami cuma mempertajam program yang sudah berjalan dengan baik, yaitu lebih kepada masalah sosial, diantaranya orang sakit dan program sosial lainnya,”kata Frangki.

  Selain itu lanjut Frangki, dirinya juga kecewa dengan Ketua Flobamora Kota Sorong Syafruddin Sabonnama, SH yang tidak hadir dalam acara pelantikan tersebut, karena saat pihaknya minta agar Ketua Flobamora Kota Sorong hadir dengan mengirim surat, mereka sudah memberikan jawaban melalui surat, bahwa mereka tidak dilantik tapi dikukuhkan, sambil menunggu SK yang diterbitkan oleh Ketua Flobamora Kota Sorong mempertemukan Ikatan Dalek Esa dan Rotten Dau hasilnya seperti apa.

  “Secara pribadi saya juga sangat kecewa, kenapa Ketua Flobamora Kota Sorong menyampaikan bahwa hari ini dari pengurus Flobamora mereka tidak hadir, jadi terus terang Flobamora kota, dia mau untuk mempertemukan kita Dalek Esa dan ketua Roten Dau untuk menyelesaikan dualisme ini saya terima tapi kalau mereka biarkan, kami juga tetap berjalan meskipun tanpa SK,” jelasnya.

  Lanjut dikatakan Frangki, dengan adanya saling talik ulur antara Ikatan Dalek Esa dengan  Flobamora Kota Sorong  dirinya tetap berjalan, karena menurutnya organisasi yang diembannya sekarang adalah organisasi kemasyarakatan.“Ini kan organisasi kemasyarakatan, jadi tanpa SK pun semua itu akan jadi,’’ tegasnya.

  Sementara Ketua Flobamora Kota Sorong Sayfruddin Sabonnama, SH yang dikonfirmasi via ponsel terkait kekecewaan ketua terpilih IKDE terhadap dirinya sebagai ketua, mengatakan pada saat pertemuan kala itu dirinya sudah menyampaikan bahwa, pada saat pelantikan, silahkan IKDE dikukuhkan oleh rohaniawan, kemudian setelah proses pelantikan selesai kedepannya Flobamora akan mengundang  Ikatan Keluarga Rotten Dau dan IKDE, untuk dilakukan rekonsiliasi atau musyawarah keluarga.

  “Saya sudah sampaikan, silahkan dikukuhkan oleh rohaniawan, namun SK tersebut, akan kita beri setelah rekonsiliasi antara ikatan keluarga Rotten Dau dan IKDE. Setelah rekonsiliasi apapun keputusannya, jika keputusan itu bersifat final maka SK akan kita keluarkan, tapi masih ada perseteruan kami tetap tidak mengeluarkan SK tersebut,” jelasnya.

  Lanjut Syafruddin, bicara organisasi, setiap organisasi apapun, semua ada aturan mainnya, bukan datang langsung meminta untuk diberikan SK dan meminta untuk dilantik. “Kalau semua organisasi, tidak tahu dari ujung dunia mana, kemudia mereka datang untuk meminta SK terus minta dilantik, maka nanti Flobamora akan diisi oleh ratusan ikatan dan akan terpecah belah, karena menganut ke kubu masing-masing, sehingga orang Timor akan terpecah belah,”tutupnya. (raf)


Kategori : Metro

Komentar