Garuda Indonesia
 

SORONG-Terkait pembukaan jalan di Km 14 tepatnya dibelakang Hutan Lindung menimbulkan beberapa anggapan miring warga terhadap pemerintah, dimana pembukaan jalan tersebut menebang pohon di Hutan Lindung serta mengakibatkan banjir di kawasan tersebut.

Salah satu warga Km 8 yang memiliki pekerjaan di Kabupaten Sorong hingga otomatis melalui jalan Km 14  mengaku bahwa memang jalan tersebut sebelumnya tidak pernah banjir seperti saat terjadi beberapa waktu lalu yang membuatnya harus menunggu genangan air di Km 14 depan Hutan Lindung surut.

  “Iya sebelumnya hanya datar saja sebatas pergelangan kaki. Tapi sekarang kalau hujan deras waktu lama begitu kadang air naik sebatas lutut. Katanya ada penebangan kah,”kata Gyna Lukas.

  Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Sorong, Agustinus Howai, ST mengatakan jalan merupakan kebutuhan vital karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Tersedianya infrastruktur jalan yang memadai juga menjadi salah satu indikator kemajuan daerah.

  Disinggung dengan pembukaan jalan dibelakang Hutan Lindung mengakibatkan jalan raya banjir di Km 14 ketika hujun turun dari yang sebelumnya hanya berapa centi saja, malah sekarang  sebatas lutut orang dewasa.

  “Justru kita bangun itu untuk tidak banjir karena di dalam Hutan Lindung itu terjadi 2 sumber air. Sekarang kita normalkan kali di dalam tinggal nanti tahun depan kita sudah menyurat ke Balai untuk membangun wastafel crossing. Itu hanya banjir sementara,”katanya kepada Radar Sorong.

  Agus mengatakan Hutan Lindung tidak digusur tapi itu jalan lingkar adat yang sudah ada sejak tahun 1954. Pihaknya membangun pembukaan jalan antara jalan Hutan Lindung dengan pemukiman masyarakat jadi Jalan Lingkar Kawasan Adat.

  “Jalan itu sudah ada sejak jaman Belanda. Jadi kita tidak masuk di kawasan hutan lindung dan kita juga tidak masuk di kawasan pemukiman tapi memang jalan itu sudah dari tahun 1954 sudah ada jalan tersebut jadi sekarang hanya kita tingkatkan,”jelasnya.

  Lanjutnya, karena pemukiman masyarakat dibelakang Hutan Lindung jadi untuk mempermudah akses ke Bendungan jadi bisa ikut Km 12 Bambu Kuning  bisa tembus ke Hutan Lindung sebagai jalur wisata, jalur inspeksi.“Apabila terjadi kebakaran di Hutan Lindung, kan orang bisa mengikuti jalan tersebut nanti,”ujarnya. (zia)


Kategori : Metro

Komentar