Garuda Indonesia
 

TEMINABUAN-Peringatan Hari Pahlawan hari Jumat (10/11) di Teminabuan terasa istimewa karena bukan hanya diwarnai atraksi terjun payung Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU, tapi juga dihadiri 2 orang pelaku sejarah Operasi Trikora untuk menancapkan bendera Merah Putih di Teminabuan. Kedua orang pelaku sejarah tersebut adalah Lettu (Purn) Kusnari NRP 478570 yang kini berusia 84 tahun dan Peltu (Purn) Rebo Hartono NRP 481835 yang kini telah berusia 78 tahun. Kedua orang pensiunan TNI-AU tersebut adalah anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) AURI yang kini menjadi Paskhas TNI-AU yang diterjunkan bersama teman-temannya sebanyak 81 orang. Bukti kalau kedua orang pelaku sejarah tersebut benar-benar merupakan anggota PGT yang diterjunkan di Teminabuan adalah nama kedua orang tersebut tercantum pada Tugu Trikora nomor urut 6 dan 19 di Kampung Wersar, Distrik Teminabuan. Pemkab Sorsel menghadirkan kedua pelaku sejarah tersebut untuk mengingatkan kepada generasi muda tentang sejarah Negara Republik Indonesia di Teminabuan. Sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada pelaku sejarah pembebasan Irian Barat kala itu. Bendera Merah Putih pertama kali ditancapkan di tanah Papua yakni di Teminabuan.

Lettu (Purn) Kusnari dan Peltu (Purn) Rebo Hartono tiba di Teminabuan Kamis (9/11) lalu bersama Sekda Kabupaten Sorsel Dance Yulian Flassy, SE, M.Si. Setibanya di Teminabuan Kusmari dan Rebo Hartono mengikuti ziarah di TMP Tri Tjakra Buana Teminabuan tempat di mana teman-temannya anggota PGT dimakamkan. Kusmari dan Rebo Hartono terharu dan meneteskan air mata saat melihat makam teman-temannya. Kedua tokoh tersebut sempat menabur bunga di makam teman-temanya serta mendoakan teman-temannya. Kusmari yang mempunyai daya ingat masih kuat menceritakan tentang teman-temannya dimakamkan di TMP. Bahkan Rebo Hartono menyebutkan Kali Coa tempat di mana teman-temannya dihabisi tentara Belanda. Setelah ziarah di TMP, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Tugu Trikora di Kampung Wersar yang merupakan lokasi penerjunan PGT pada 19 Maret 1962 silam. Masyarakat Kampung Wersar menyambut kedua tokoh tersebut dengan meriah sambil bercerita tentang kisah penerjunan PGT saat itu. Kusmari dan Rebo Hartono ikut dalam Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan Jumat (10/11) lalu di Lapangan Trinati.

Hartono mengisahkan sebagai prajurit dan anggota PGT AURI mereka mendapat perintah untuk melakukan misi di Irian Jaya. Sebanyak 81 anggota PGT berangkat dari Pangkalan Udara (Lanud) Ambon jam 1 pagi dan diterjunkan di Teminabuan sekitar jam 3 pagi. Mereka tidak tahu diturunkan di mana. Sebanyak 60 anggota PGT tewas ditembak tentara Belanda. Sisa 21 anggota PGT berusaha mempertahankan diri sampai misi selesai. Pihaknya tidak menyangka bisa kembali ke Teminabuan sambil mengingat kawan-kawannya, mengingat perjuangan kala itu dan melihat hasil perjuangan mereka saat ini. (jus)


Kategori : Sorong Raya

Komentar