Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota diminta serius menjaga kelestarian burung Cenderawasi dari ancaman kepunahan. Pengurus Dewan Adat Papua, Edison Baransano mengatakan,salah satu langkah yang dapat dilakukan mendorong inovasi perkembangbiakan dan regulasi untuk melindungi kelangsungan hidup spesies burung langka ini “Bird Of Paradise” ini.

Edison mengatakan,pemerintah harus segera melakukan pemetaan wilayah persebaran habitat burung Cenderawasi. Ini harus dilakukan untuk mengetahui jumlah spesies yang masih hidup, sekaligus untuk mengetahui langkah strategis perlindungan dan pelestarian burung emas ini.

“Sampai hari ini belum ada peta populasi burung Cenderawasih. Siapa yang tahu jumlah populasi  di Papua. Ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab besama,” ujarnya kepada wartawan.

Beberapa wilayah cagar alam di wilayah Papua Barat yang merupakan kawasan habitat Cenderawasi seperti, kawasan Mokwam di Manokwari, Tambrauw, Kaimana, dan Fakfak yang masuk dalam kawasan konservasi. Perlu mendapat perhatian serius, sehingga tidak terjadi eksploitasi burung cenderawasih.

“Pemerintah dapat melibatkan para ahli untuk menciptakan inovasi perkembangbiakan, misalnya menciptakan teknologi penetas telur, dan menyiapkan kawasan khusus pengembangan burung untuk selanjutnya dibiarkan hidup bebas wilayah cagar alam,” tuturnya.

Dia pun meminta pemerintah bertindak tegas dengan menerbitkan regulasi tentang pelestarian dan perlindungan burung Cenderawasih dan spesies langka khas tanah papua lainnya yang hampir punah.

Tidak hanya itu, menurutnya penggunaan burung Cenderawasi dalam bentuk mahkota adat suku-suku di Tanah Papua turut andil dalam memusnahkan burung. “Penggunaan Cenderawasih pada atribut adat juga ikut mengancam kepunahan burung ini. Orang-orang mulai menggunakan cenderawasih dalam pesta-pesta adat atau penjemputan tamu dan sebagainya,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk menggunakan burung Cenderawasih tiruan dalam setiap iven-iven adat untuk menjaga kelestarian burung surga ini. “Keputusan dewan kesenian Papua sudah melarang penggunaan burung Cenderawasih dalam atribut adat dan digantikan dengan imitasi. Ini harus didukung,” tandasnya. (lm)

 


Kategori : Manokwari

Komentar