Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari,Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mengimbau warga khususnya masyarakat adat pemilik  hak ulayat di Manokwari untuk tidak memfasilitasi aktifitas penambangan emas ilegal di daerah tersebut. Ini demi menjaga lingkungan agar tetap terjaga,tidak dirusak aktivitas penambangan yang menggunakan bahan-bahan kimia sepert mercuri.

Wayangkau mengatakan, TNI bersama Polri terus memantau aktifitas pertambangan ilegal di daerah tersebut.  “Namanya pencuri mereka akan terus berupaya agar aksi mereka tidak ketahuan. Mereka berusaha melakukan penambangan secara sembunyi-sembunyi,” kata Joppye.

Pangdam lah yang pertama kali mengungkap ke publik soal aktivitas penambangan liar di dataran Masni. Selanjutnya,aparat Polda Papua Barat bersama Kodam XVIII/Kasuari melakukan penertiban.

Pangdam mengajak masyarakat bersama-sama memberantas aksi ilegal penambangan tersebut. Selain merugikan daerah aktifitas tersebut dinilai dapat mengancam keseimbangan ekologi lingkungan.

“Kami memantau, namun kemampuan kami terbatas dari jumlah personell dan alat pendukung. Lokasi penambangan ini sulit dijangkau,” ujarnya kepada wartawan di Makodim di sela-sela Lomba Menembak.

Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menurut Pangdam,sangat diharapkan. Joppye tak ingin warga justru memfasilitasi serta melindungi aksi pencurian sumber daya alam tersebut.

“Orang yang datang dari luar Manokwari pasti akan kesulitan untuk melakukan penambangan disitu kalau tidak difasilitasi orang-orang di situ sendiri. Untuk itu mari kita sama-sama menghentikan ini,” ujarnya lagi.

Menurutnya, jika memang ada potensi emas di daerah tersebut sebaiknya penambangan dilakukan secara legal. Sehingga akitivitas pertambangan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan kajian mendalam.

“Kalau pertambangan legal, berarti harus melalui tahapan studi baik dari sisi lingkungan maupun ekonominya. Kalau ilegal seperti ini tidak jelas, mereka pasti menambang secara aembarangan tanpa memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar