Garuda Indonesia
 

KAIMANA-Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana yng diwakilkan oleh Asisten II Martinus Furima, SE ikut menyaksikan secara langsung acara ritual “Sasi Nggama” yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Siawatan Distrik Teluk Etna. Acara buka Sasi nggama yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kaimana dilaksanakan tepat Sabtu ( 11/11) kemarin, juga dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, masyarakat Kampung Siawatan, masyarakat Kampung Lakahia, dinas pariwisata.adalah sebuah tradisi yang merupakan peninggalan dari leluhur secara turun temurun, yang saat ini sudah menjadi aturan adat yang berlaku di masyarakat Kaimana.

Ketua Panitia Sasi Nggama, Hardin Ohe, SH dalam laporannya menerangkan, kegiatan sasi nggama ini menggunakan dana Otsus. Selain acara buka sasi, panitia juga mengadakan perlombaan-perlombaan diantaranya, lomba renang, mancing, melukis alam, tahan napas dalam air, dan juga pemutaran film tentang pengenalan lingkungan hidup, yang bertujuan untuk memberikan kecintaan terhadap alam kita yang ada.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Jafar Werfete, menyatakan, acara sasi nggama ini memiliki makna yang besar, oleh karena itu sejak tahun 2008, dinas kebudayaan dan pariwisata terlibat untuk mendukung dan mendorong kegiatan sasi ini, mulai dari Kampung Adi Jaya, Nusa Wulan, Namatota dan kampung Syawatan.

Ada beberapa hal yang ingin diangkat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam acara sasi diantaranya, adanya tradisi dan kearifan lokal yang sudah dilaksanakan sejak turun temurun, untuk pemanfaatan sumber daya alam, terutama sumber daya laut secara berkesinambungan. Selanjutnya acara buka sasi ini memiliki keunikan yang memiliki nilai jual, karena sasi nggama memiliki daya tarik tersendiri jika dikemas dan dipromosikan secara baik untuk dijadikan obyek wisata.

Sasi Nggama ini menurutnya bertujuan agar masyarakat menjaga hasil- hasil mereka dalam beberapa waktu tertentu, yang mana hasil-hasil itu tidak boleh diambil oleh masyarakat setempat, maupun pihak lain sebelum berlangsungnya acara sasi nggama tersebut. Apabila warga mengambil hasil sebelum acara Sasi Nggama, maka akan dikenakan denda. Hasil-hasil laut itu berupa, teripang, batu laga, rona dan masih banyak lainnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Sasi Nggama, Martinus Furima, SE menyatakan, sasi merupakan sebuah cara untuk menjaga kelangsungan hidup biota air agar tidak punah. Acara adat masyarakat ini pelru dilestarikan oleh pihak pemirintah, karena acara sasi ini merupakan kekayaan budaya yang kita miliki, sehingga pentingnya kerja sama masyarakat dan pemerintah untuk menjaga dan mempertahankannya.

Pemerintah Daerah lanjutnya, akan terus mendorong untuk bagaimana mengatur tata niaga dari pada hasil tangkapan para nelayan. “Ada pihak konsultan saat ini mulai mendekatkan pasar ke kampung, karena jika nelayan membawakan hasil tangkapannya ke kota, itu membutuhkan waktu yang lama, sehingga dalam beberapa kesempatan yang akan datang ini, pasar akan dibuka di kampung-kampung. Target pemerintah daerah yang diberikan kepada setiap nelayan atau seorang petani sebesar Rp.4.000.000/bulan. Semoga dengan adanya bantuan ini, nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” harapnya. (nic)


Kategori : Kaimana

Komentar