Garuda Indonesia
 

KAIMANA-Ternyata peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah ini, tidak dapat dibilang gampang. Bukan hanya persoalan di sektor pendidikan yang dirasakan oleh warga Kabupaten Kaimana, namun persoalan kesehatan pun demikian. Persoalan tersebut terjadi karena jarangnya petugas medis berada di tempat kerjanya.

Kepada wartawan, Sabtu (11/11) lalu, salah seorang warga Kampung Wainaga, Arnold Nega mengaku, Pustu Wainaga saat ini tidak ada petugas medis di sana. “Belum ada satu petugas pun yang saat ini berada di sana. Kami terpaksa harus mengantar orang sakit ke Puskesmas Boufer yang jaraknya cukup jauh dari Wainaga,” tegasnya.

Disinggung soal berapa jumlah KK di Kampung Wainaga, kata dia, jumlah KK saat ini di Kampung Wainaga sebanyak 30-an KK. “Kami juga sebenarnya bisa bawa pasien ke kensi, Moyana atau di Bayeda, namun petugas ketiga kampung itu pun tidak ada, sehingga kami lebih memilih untuk ke Boufer,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Arifin Sirfefa, SKM, MM yang dikonfirmasi Minggu (12/11) malam mengatakan, tidak adanya petugas di Pustu Wainaga disebabkan karena saat ini pihaknya sedang melakukan kegiatan rehab gedung Pustu.  “Meski masih dalam proses rehab, namun pelayanan kesehatan masih tetap jalan. Begitu pula pelayanan kesehatan di Kampung Bayeda, Moyana dan Bayeda. Kita tetap melakukan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Arifin mengaku, laporan yang disampaikan oleh warga terkait dengan tidak adanya petugas kesehatan di beberapa kampung, tidak harus dipercaya, karena pihaknya tidak harus berada di kampung tersebut, tetapi mungkin sedang melaksanakan pelayanan kesehatan di kampung lain saat melakukan monitoring.

Anggota DPRD Kaimana, Rusli Ufnia, dalam keterangannya mengatakan, persoalan petugas medis tidak pernah berada di tempat tugas lebih disebabkan karena kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Kalau pengawasan itu dilakukan dengan baik, maka tentu saja permasalahan seperti ini bakal tidak akan terjadi di kampung-kampung. Terus terang, terkait dengan sektor kesehatan ini yakni berurusan dengan jiwa manusia, sehingga Dinas Kesehatan harus lebih tegas lagi dalam menertibkan seluruh petugas  medisnya untuk tetap berada di kampung guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Ufnia yang merupakan wakil dari PKB di DPRD ini.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar