Garuda Indonesia
 

KAIMANA-Kepala SMP Negeri 6 Coa, Henderina Aronggear, S.Pd yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (11/11) mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk membangun sebuah asrama untuk menampung siswa di sekolahnya. “Terus terang, untuk siswa di SMP Negeri 6 Coa ini, 86 persennya berasal dari kampung dan orangtua mereka juga tidak menetap di Kaimana. Kalau memang ada asrama, maka siswa SMP Negeri 6 yang berasal dari kampung ini bisa lebih diperhatikan lagi, terutama dari pihak sekolah,” ujar Aronggear.

Dia mengakui, siswa yang umumnya berasal dari kampung, jarang masuk sekolah. “Mungkin karena transportasi, sehingga kami berharap agar kami juga dibangun asrama supaya anak-anak yang dari kampung ini, dapat ditampung dan sekolah bisa perhatikan mereka. Kalau mereka tertampung di asrama, maka mereka bisa terus mengikuti kegiatan belajar di sekolah," harapnya.

Henderina pun mengatakan, sekolah SMP Negeri 6 Coa sampai ini belum memiliki ruang guru, sehingga untuk kegiatan guru setelah melaksanakan tugas, 1 ruang belajar dipakai sementara untuk dijadikan sebagai ruang guru. “Bukan itu saja, tetapi kami juga belum memiliki ruang laboratorium.  Bahkan ruang perpustakaan disekat untuk ruang Kepala Sekolah. Kami sudah terus usulkan kekurangan-kekurangan kami, namun hingga saat ini belum ada jawaban,” ungkapnya. Meski pihaknya masihi dengan banyak kekurangan, namun dia mengaku, pihaknya tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan baik.

Ditanya mengenai jumlah ruang, ruang belajar SMP Negeri Coa sedikitnya 7 ruang dengan banyaknya guru 15 tenaga guru, 11 untuk PNS, 2 honor lepas dan 2 tenaga kontrak. “Kalau sebelumnya, di tahun 2010 lalu, SMP Negeri 6 Coa ini hanya memiliki 1 ruang belajar saja, tahun berikutnya sebagian siswa/i sekolah di siang hari dan pada tahun 2015 baru ada penambahan kelas. Sampai sekarang SMP Negeri 6 Coa tidak ada bantuan berupa komputer, apalagi di tahun 2018 diharuskan untuk UNBK (Ujian Nasional Berbasis Kompunter) dan seluruh siswa yang siap mengikuti UNBK saat ini sebanyak 53 siswa, namun kami sudah melakukan koordinasi dengan SMK Negeri 2, mereka juga sudah menyatakan diri untuk siap membantu SMP Negeri 6 Coa, jika proses kegiatan ujian tersebut menggunakan UNBK,” tegasnya.

Diapun berharap, agar pemerintah daerah terutama Dinas Pendidikan agar lebih memberikan perhatian kepada SMP Negeri 6 Coa dari masalah fasilitas-fasilitas dan masalah fisik, seperti pagar dan lainnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar