Garuda Indonesia
 

SORONG-Walikota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM didampingi OPD teknis dan anggota DPRD Kota Sorong, mengunjungi pembangunan los-los Pasar Remu, dan terlihat ada puluhan PKL yang membangun didekat los-los yang dibangun oleh pemerintah ini membuat walikota marah dan memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan PKL tersebut.

  “Kalau mereka tidak tertib maka saya akan mengambil sikap tegas. Jadi pemerintah punya kewajiban untuk atur semua warga yang ada di Kota Sorong, tidak ada yang kebal hukum,”tegas walikota.

  Plt.Kepala Dinas Satuan Pamong Praja Kota Sorong, Ridwan Iribaram,S.Ag,MM mengatakan bahwa kemarin sesuai perintah walikota untuk menggusur atau membongkar lapak-lapak PKL.”Menindaklanjuti perintah walikota tersebut kami pertemuan dengan PKL yang membuat lapak-lapak di sini dan alhamdulilah para PKL sudah turuti dan hari ini bersih,”ujarnya.

  Ridwan berharap semoga kedepan ada kerjasama antara Pemerintah Kota Sorong dalam hal ini walikota dan masyarakat yang ada maksudnya kemarin walikota memerintahkan suruh bongkar karena belum ada instruksi dari walikota untuk menjual, mereka sudah mendahului.“Alasan mereka bahwa ada orang baru yang mau masuk. Kami berikan jaminan bahwa tidak ada PKL yang masuk berjualan lagi di sini,”katanya.

  Sementara lanjut Ridwan untuk PKL yang ditertibkan ada puluhan lapak dan diarahkan ke GOR untuk menjual. “Kami sudah rapat dengan instansi teknis bahwa walikota akan membagikan los-los pada hari Senin. Jadi selama belum ada pembagian los-los, walikota melarang untuk ada yang berjualan,”ujarnya.

  Kepala Pasar, Nicko Isir mengatakan ada 80 PKL yang dibongkar di Pasar Remu, untuk los-los yang baru dibangun ada 1000 yang disediakan oleh Pemerintah Kota Sorong. “Artinya itu waktu serahkan ke kita, PKL sudah dari tahun 1996 jadi barang itu sudah ada dan pembangunan masih sementara dibangun nanti sudah pembagian baru mereka diatur,”katanya.

  Salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku terpaksa menjual di area yang dilarang tersebut karena ingin mengais rezeki karena Pasar Remu merupakan tempat yang intens.“Di sini kan sudah jelas ramai jadi mau jualan di mana. Semoga bisa digunakan segera lapak yang dibangun agar kita tidak dipindahkan seperti ini,”ujarnya. (zia)


Kategori : Metro

Komentar