Garuda Indonesia
 

FAKFAK- Dugaan korupsi dana kampung Purwasak Fakfak yang menjerat EP sebagai kepala kampung yang kini sudah dalam status tahanan Kejaksaan Negeri Fakfak diduga telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 400 juta. Demikian dikatakan Kasi Pidsus Kejari Fakfak, Ahmad Bagir, SH, kepada Radar Sorong, di ruang kerjanya, Kamis  (09/11), terkait dengan dugaan korupsi dana kampung Purwasak yang menjerat Kepala Kampung yang berinisial EP.

Menurut Kasi Pidsus dugaan korupsi dana kampung yang menjerat Kepala Kampung Purwasak inisial EP dari tolal pengelolaan dana dua tahun anggaran sebesar Rp 2 Miliar.

Total dana kampung dua tahun anggaran sebesar Rp 2 Miliar tersebut dimana untuk tahun anggaran 2015 sebesar Rp 700 juta dan tahun anggaran 2016 sebesar Rp 1,3 Miliar.

   Sehingga dengan total dana kampung dua tahun anggaran sebesar 2 Miliar rupiah diduga perbuatan Kepala Kampung Purwasak berinisial EP telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 400 juta, tandas Kasi Pidsus, Ahmad Bagir, SH, kepada koran ini di ruang kerjanya.

Namun kata Bagir, untuk memastikan kerugian negara terhadap dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Kampung Purwasak pada pengelolaan dana kampung tahun 2015 dan 2016 maka dalam waktu dekat Kejari Fakfak akan meminta Inspektorat Kabupaten Fakfak untuk melakukan audit terhadap pengelolaan dana kampung Purwasak tahun angaran 2015 dan 2016.

   “Untuk memastikan besarnya kerugian negara pihak Kejari Fakfak akan eminta Inspektorat Kabupaten Fakfak untuk melakukan audit ulang pengelolaan dana kampung Purwasak tahun 2015 dan 2016”,tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk melengkapi berkas perkara dengan tersangka Kepala Kampung Purwasak maka hari ini Jumat (10/11) Kejari Fakfak akan kembali memeriksa dua saksi, agar kasus ini cepat rampung dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Manokwari pada bulan Desember 2017. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar