Garuda Indonesia
 

FAKFAK- Pemadaman aliran listrik di Kota Fakfak akibat krisis daya sudah seminggu lebih dirasakan masyarakat Fakfak. Hal ini juga terjadi di Bomberay yang dilakukan pemadaman selama tiga hari.

   Pemadaman aliran listrik di Bomberay bukan akibat dari kerusakan mesin, tetapi seluruh petugas PLN di Bomberay semuanya tidak berada di tempat sehingga mesin pembangkit tidak difungsikan.

  Tidak adanya petugas PLN di Bomberay yang berdampak tidak adanya pelayanan aliran listrik ke konsumen membuat warga Bomberay merasa kesal dan kecewa dengan pelayanan PLN yang baru seminggu lebih beroperasi.

  Salah satu pengusaha warung makan di SP. VI Bomberay, mengatakan, kekecewaannya terhadap petugas PLN yang meninggalkan tempat tugas sehingga tidak mengoperasikan mesin pembangkit listrik selama tiga hari.

   Namun Radar Sorong, yang saat itu berada di Bomberay selama dua hari, mencoba mendatangi kantor pelayanan PLN di Bomberay memang terlihat mesin pembangkit tidak beroperasi karena petugas setempat tidak berada di kantor pelayan PLN Bomberay.

  Terkait dengan tidak adanya pelayanan aliran listrik selama tiga hari di Bomberay, Radar Sorong, ketika menghubungi Manager PLN Fakfak, Mohamad Puarada, melalui jaringan WA, kepada koran ini, membenarkan, selama tiga hari tidak ada pelayanan aliran listrik di Bomberay.

  Menurutnya, tidak adanya pelayanan aliran listrik di Bomberay, dikarenakan 8 karyawan PLN Fakfak yang ditugaskan di kantor pelayanan PLN Bomberay saat itu sedang mengikuti ujian kompetensi di Sorong.

   “8 karyawan PLN yang ditugaskan di kantor pelayanan PLN Bomberay lagi ikut ujian kompetensi di Sorong sehingga tidak ada petugas  yang mengoperasikan mesin pembangkit,”tuturnya.

   Namun sejak tanggal 5 November, pelayanan listrik di Bomberay sudah kembali normal, karena 8 petugas saat ini sudah kembali dari Sorong dan telah melaksanakan tugas di kantor pelayanan PLN Bomberay. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar