Garuda Indonesia
 

LONDON – Alvaro Morata dan Cesar Azpilicueta tak banyak waktu saling bersama. Sebelum mendarat di London Cobham – kamp latihan Chelsea – musim panas lalu, Morata lebih sering mengasah chemistry-nya bersama Azpilicueta cuma dari tujuh kali bermain di timnas Spanyol. Tapi, drama di Stamford Bridge, London, Senin dini hari kemarin WIB (6/11) jadi buktinya. 
 
Kolaborasi dua Spaniard ini berhasil mengantarkan Chelsea memenangi bentrok kontra Manchester United. Crossing Dave, sapaan akrab Azpilicueta, mampu disambut dengan manis Morata dengan heading-nya pada menit ke-55. Gol sundulan keempat Morata dari tujuh gol di Premier League-nya musim ini. 
 
Itu jadi gol kedelapan Morata bagi The Blues. Uniknya, lima dari delapan gol Morata di musim ini didapat dari kerja samanya dengan Azpilicueta. Rata-rata, caranya tak jauh beda. Di media-media Inggris pun menyebut Morata dan Azpilicueta seperti berkomunikasi via telepati. ''Saya sudah berkata padanya sebelum laga, saya butuh satu servisnya seperti hari ini (kemarin, Red), dan dia mewujudkannya, saya gembira karenanya,'' ungkap Morata kepada Sky Sports. 
 
Dari kelima assists Azpilicueta itu semuanya terjadi di Premier League. Dua kali assists di antaranya terjadi ketika Morata mencetak hattrick pertamanya di Premier League ke gawang Stoke City, pekan ke-6 (23/9). ''Tetapi ini gol yang terpenting saya bagi Chelsea, karena gol ini bisa membantu tim mengalahkan United,'' lanjut pemain termahal Chelsea itu. 
 
Kedekatan Morata dan Azpilicueta ini lebih dari sekedar karena koneksi sebagai pemain dari Spanyol. Seperti diketahui di Chelsea ada geng Spanyol. Selain Morata dan Azpilicueta, di dalam geng Spanyol itu juga ada Pedro, Cesc Fabregas, dan Marcos Alonso. Tak jauh beda dari relasi Morata dan Azpilicueta, tak satu pun dari pemain itu pernah berkolaborasi dengannya. Di La Furia Roja pun juga tidak banyak. 
 
Akan tetapi kedekatan di luar lapangan bisa menjadi salah satu hal yang makin membuat chemistry Morata dan Azpilicueta lebih matang. Siapa pemain yang ditanyai Morata soal semua hal tentang Chelsea? Dialah Azpilicueta, bersama Fernando Torres tentunya. Lalu siapa pemain  yang membantu Morata mencarikan tempat tinggal di London ketika terbang dari Madrid? 
 
Ya Azpilicueta jugalah orangnya. Azpilicueta, seperti dilansir London Evening Standrad, juga sudah meyakini Morata akan cepat beradaptasi dengan sepak bola Inggris. ''Saya pun akan terus membantunya seperti saat pertama kali Alvaro datang ke London,'' ungkap vice captain di  Chelsea musim ini tersebut. 
 
Kolaborasi Morata-Azpilicueta tersebut mendapatkan pujian dari Antonio Conte, pelatih Chelsea. ''Ini bukan pertama kali, dan kami sangat senang dengan kolaborasinya. Begitu pula di sisi Azpi. Dia pemain yang sangat fantastis, dia bermain memperjuangkan jersey-nya di tim ini, dan kerap bermain dalam laga yang masif,'' tutur The Godfather, dikutip TalkSPORT.
 
Di Premier League musim ini, Azpilicueta jadi top assists dengan lima assists-nya. Tapi, lanjut Conte, walaupun memuji kolaborasi Azpilicueta dengan Morata, dirinya enggan banyak membahas tentang kolaborasi ini. ''Karena jika saya terlalu membahasnya, maka itu akan lebih memudahkan tim lain untuk mencari solusi menghadapi mereka,'' tambah nahkoda yang sudah mencatatkan 73,8 persentase menangnya dari dua musim di Chelsea itu. 
 
Agak unik jika membahas kolaborasi antara striker dengan bek seperti dalam kerja sama antara Morata dan Azpilicueta ini. Tapi, Azpilicueta bukan bek biasa, dia bek sayap yang punya kemampuan crossing jempolan. Dia dan Alonso dua bek terbanyak crossing. Bedanya penetrasi Azpilicueta dari sisi kanan lebih sering memanjakan Morata. 
 
Tetapi kembali lagi ke chemistry di antara mereka. Azpilicueta sudah memahami Morata dengan kelebihan dari heading-nya. Morata yang punya kecepatan dan akurasi sundulannya itu lebih cocok apabila diservis dengan crossing-crossing diagonal. Nah crossing diagonal itu yang  jadi kebiasaan Azpilicueta. (ren)

Kategori : Bola

Komentar