Garuda Indonesia
 

WAISAI –Demi menjaga enam zonasi kawasan konservasi perairan laut, Bagian Hukum Setda Kabupaten Raja Ampat mengkuncurkan lima produk hukum ke 117 kampung. Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi eksploitasi di kawasan kekayaan alam laut.

Adapun produk hukum yang dikuncurkan bersentuhan langsung dengan wilayah laut Raja Ampat. Diantaranya, peraturan daerah No. 27 Tahun 2008 tentang KKLD, peraturan daerah No. 8 Tahun 2010 tentang pengelolaan wilayah terumbu karang di wilayah Raja Ampat.

Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2012 tentang larangan penangkapan Ikan Hiu, Pari Manta dan jenis ikan tertentu. Serta peraturan daerah No. 11 Tahun 2013 tentang Larangan Penggunaan Bahan Peledak dan Bahan Racun atas kegiatan pemburuan ikan juga biota laut. Hal ini dilakukan, agar kekayaan hayati sumber daya alam laut dapat terlindungi serta dikelola bagus untuk kesejahteraan masyarakat.

"Dengan diterbitkan peraturan ini, pemerintah bukan melarang aktivitas nelayan tradisional di wilayah laut Raja Ampat. Tetapi ada kawasan-kawasan tertentu yang akan difungsikan untuk menjadi kawasan laut penyangga. Tujuannya, supaya ada tempat perkembang biakan ikan di laut sehingga fopulasi hayati ikan Raja Ampat tidak punah,”jelas Kepala Bagian Hukum Setda Raja Ampat,Mohliyat Mayalibit, SH.

Bukan hanya itu, peraturan daerah No. 27 Tahun 2008 tentang KKLD (Kawasan Konservasi Laut dan Daerah) di wilayah Raja Ampat. Ada enam zonasi kawasan konservasi perairan laut yang ditetapkan yakni kepulauan Ayau luas 101.440 Ha, Kofiau dan Boo luas 170.000 Ha, Misool Timur Selatan luas 335.000 Ha, Selat Dampir luas 46.240 Ha, Teluk Mayalibit 34.000 Ha dan kepulauan Wayag-Sayang luas 155.000 Ha.

"Semenjak peraturan daerah diterbitkan dan ditetapkan menjadi produk hukum, pemerintah lewat instansi terkait telah menjalankan aturan tersebut. Pada lingkup wilayah KKLD, kegiatan yang bisa dilakukan hanyalah pariwisata serta penelitian. Sebab disana (wilayah KKLD,red) ini banyak terdapat spesis-spesis ikan yang harus dilindungi seperti Pari Manta, Pari Elang, Hiu Martil untuk kepentingan pariwisata,”pungkasnya.(des)


Kategori : Sorong Raya

Komentar