Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kasdam Brigjen TNI Dedi Sambowo, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, Bupati Manokwari Demas P Mandacan, melakukan penanaman perdana tanam padi Program Cetak Sawah melibatkan TNI, di Kampung Sumberboga, Masni-Manokwari, Rabu (11/10).

Hadir pula sejumlah pejabat Kodam XVIII/Kasuari, Korem 171/PVT, Dandim 1703/Manokwari Letkol Inf Andy Parulian, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunan Prov Papua Barat, Jacob S. Fonataba, serta para petani.

 Gubernur, Pangdam, Kasdam, Danrem dan Bupati turun menanam padi menggunakan mesin tanam disaksikan warga dan tamu undangan. Layaknya petani, para pejabat ini menggunakan topi caping, namun mereka tetap mengenakan seragam dinas.

Awalnya, mesin penanaman padi otomatis berjalan lancar. Bibit padi dari mesin tertanam baik. Namun di sampai di pertengahan, mesin yang dibawa Pangdam macet. Beberapa petugas mencoba membantu. Gubernur, Kasdam, Danrem dan Bupati sudah sampai di ujung, sementara mesin yang dipegang Pangdam baru kembali jalan setelah sempat macet.

 Gubernur Papua Barat mengatakan, Program Cetak Sawah melibatkan TNI ini guna mendukung Nawacita Presiden Joko Widowo dalam hal swasembada pangan nasional. “Sektor pertanian sangat penting. Komitmen saya sebagai gubernur, Papua Barat sejahtera, aman dan bermartabat,”ujar Dominggus.

Senada dengan Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menuturkan, TNI dilibatkan dalam sektor pertanian demi swasembada pangan. Sebagai mantan Kasdam V/Brawijaya, Wayangkau sangat faham dengan program cetak sawah ini. “Ketika saya menjadi Kasdam V Brawijaya saya dipercaya oleh gubernur sebagai ketua tim swasembada pangan di Jawa Timur,”ujarnya.

Kegiatan cetak sawah melibatkan TNI bermulai dari program Presiden yang mencanangkan swasembada pangan. Selama ini pangan Indonesia sangat tergantung dari negara lain.“Kita impor beras dari negara lain, sehingga Presiden memerintahkan menteri pertanian agar swasembada pangan. Dan Panglima TNI diminta membantu menteri pertanian,”tuturnya.

Pangdam menjelaskan mengapa TNI dilibatkan dalam sektor pertanian. Menurutnya, saat ini, orang tidak lagi mengangkat senjata dalam berperang tetapi dengan ‘’proxy war’’. “Sekarang perang lewat berbagai sendi kehidupan. Dan yang paling rawan itu di pangan. Kalau pangan itu kurang maka yang muncul pertama adalah kriminalitas,”ujar Pangdam.

Sementara itu,Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunan Prov Papua Barat, Jacob Fonataba melaporkan,program cetak sawah melibatkan TNI dilakukan sejak tahun 2015 diawali dengan MoU antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI.

Target cetak sawah baru atau perluasan areal sawah di Provinsi Papua Barat tahun 2017 1.999 hektar tersebar di 8 kabupaten, yakni Sorong seluas 415 hektar, Manokwari Selatan 520 ha, Teluk Wondama 40 hektar, Teluk Bintuni 322 ha, Sorong Selatan 292 ha, Tambrauw 50 ha dan Raja Ampat 150 ha.

Sumber pendanaan cetak sawah berasal dari APBN munir 2017 sebesar Rp38,93 miliar. Hingga saat ini realisasi fisik mencapai 60 persen.“Meskipun banyak hambatan tetapi TNI AD optimis dapat menyelesaian pekerjaan secara tuntas,”ujarnya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar