Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Di ruangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat selama dua hari ini, Selasa dan Rabu (10-11/10) mondar-mandir sejumlah orang. Setelah dicek, beberapa orang ternyata sedang menunggu giliran untuk dimintai keterangan terkait kasus dugan illegal logging (pembalakan kayu).

Dir Reskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga,  yang dikonfirmasi wartawan membenarkan pemeriksaan kasus illegal logging. Namun menurut Parlindungan, jajarannya hanya memback-up Balai Kehutanan Wilayah Papua-Maluku di Manokwari.

 Pihak Balai Kehutanan meminta bantuan Dit Reskrimsus untuk memeriksa para  saksi. Ada lima saksi yang dimintai keterangan. “Pemeriksaan lima orang terduga kasus kayu illegal. Kami sifatnya memback-up penyidik Polhut Balai Kehutanan di Manokwari, termasuk menyediakan tempat pemeriksaan. Dimana saat ini kelima orang terduga sedang dimintai keterangan oleh penyidik,”ujarnya kepada wartawan.

Dir Reskrimsus mengatakan, kaitan dengan pelanggaran pidana, maka tetap diproses, apalagi tidak sesuai dan tanpa izin, maka wajib diproses hukum.“Namun secara teknis akan ditangani langsung oleh Balai Kehutanan, sedangkan kami di Polda hanya menyediakan ruangan dan membantu proses pemeriksaan,”kata dia lagi.

Parlindungan mengaku belum terima data lengkap, sebab saat ini petugas sedang turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran.  Menurut informasi, lokasi kejadian di Manokwari."Yang jelas jumlah besar kayu belum diukur, namun secara teknis ada pada kehutanan," katanya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar