Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Direktur LP3BH Manokwari Yan Christian Warinussy, SH meminta agar dugaan korupsi dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat harus diusut kembali oleh Polda Papua Barat, Kejaksaan Tinggi Papua atau Kejaksaan Negeri Manokwari.

Pasalnya, LP3BH Manokwari mensinyalir masih banyak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyelewengan dana tersebut belum tersentuh hukum. Termasuk dalam proses pemindahbukuan dana KONI ke rekening pribadi salah satu Tsk.

Menurut Yan, Mantan Bendahara KONI Papua Barat, penting untuk dipanggil kembali untuk dimintai keterangan. Di sisi lain dalam kasus terdakwa YR yang akan segera disidangkan akan memunculkan fakta-fakta baru. Sehingga kans untuk adanya beberapa calon tersangka baru muncul bakal makin terbuka dan jelas.

Yan menuturkan dalam NPHD dana KONI tahun 2012-2013 total mencapai Rp 167 miliar yang di dalamnya sudah jelas tidak ada peruntukan bagi pembangunan Kantor KONI PB, namun ternyata ada Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dikeluarkan pihak terkait.

Selain itu lanjut Yan, dalam proses pemindah-bukuan dana hibah bagi KONI Papua Barat senilai Rp 4,8 miliar pada 1 Juli 2013 dan Rp 14 miliar pada 2 Juli 2013 oleh terpidana AR dan bendahara KONI PB, JU. Pemindahbukuan tersebut terjadi dari rekening KONI PB ke rekening pribadi terpidana AR di salah satu bank di Manokwari.

"Ini menjadi pintu masuk baru, menurut pandangan saya dari sisi hukum pidana yang seyogyanya dapat dimulai penyelidikan baru oleh penyidik tipikor dan TPPU di Polda Papua Barat maupun di Kejati Papua atau Kejari Manokwari,"tutur Yan.(sr)


Kategori : Manokwari

Komentar