Garuda Indonesia
 

KAIMANA-SD Negeri Coa di tahun anggaran 2016/2017 ini mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 260 juta. Dana sebesar itu dari dua sumber anggaran yakni APBN sebesar Rp 200 juta per tahun dan Bosda Rp 60 juta.

“Untuk dana BOS Pusat, pencairan tahap triwulan kemarin sudah dilakukan yakni April hingga Juni sebesar Rp 50 juta, namun untuk tahapan triwulan berikutnya yakni Juli hingga September belum juga masuk di rekening sekolah,” kata Kepala SDN Coa, Petrus Patjanan, S.Th yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (7/10) lalu.

Sementara dana Bosda lanjut dia, sudah dikucurkan untuk tahap pertama sebesar Rp 30 juta. “Alokasi anggaran dana Bosda ini dilakukan setiap 6 bulan sekali, jadi untuk tahap pertama 30 juta, selanjutnya 30 juta. Untuk saat ini kita baru mendapatkan alokasi anggaran sebesar 30 juta untuk tahap pertama,” jelasnya.

Disinggung soal penggunaan dana BOS pusat, Petrus mengatakan jika dana tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, termasuk juga dengan pembayaran tenaga guru honor. “Jadi dana tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan Kepala Sekolah, termasuk dengan dana yang kemarin pakai untuk perbaikan ringan sekolah dan membeli buku,” terangnya.

Adapun dana Bosda, lanjut dia, dipergunakan untuk belanja modal yakni perbaikan di sekolah. “Kalau untuk pembayaran guru honor juga kita gunakan dari dana Bos. Jadi sebanyak 5 tenaga honor kita, kita gunakan dari dana Bos ini,” ujarnya.

Ketersediaan tenaga guru, Petrus mengatakan untuk sementara waktu, ketersediaan tenaga guru di SD yang dipimpinnya sudah mencukupi. “Untuk saat ini cukup, karena sebanyak 9 rombongan belajar dari 6 tingkatan kelas. Jadi ada kelas yang paralel, yakni kelas 2, kelas 4 dan kelas 5. Untuk jumlah siswa kita sebanyak 215 siswa. Kemarin data yang kita kirimkan itu baru sebanyak 205, namun karena ada penambahan sisw asebanyak 10 orang, jadi sekarang jumlah sudah mencapai 215 siswa,” katanya.

Mengenai kunjungan pihak Dinas Pendidikan, Petrus mengatakan kunjungan dari Dinas Pendidikan kadang-kadang saja, yaknni pengawas yang selalu datang ke sekolahnya. Sementara yang datang rutin setiap bulannya yakni dari Kementerian Agama, karena hal ini dilaksanakan untuk sertifikasi. (nic)


Kategori : Kaimana

Komentar