Garuda Indonesia
 

KAIMANA-Proyek pembangunan SD Negeri Tanusan Distrik Arguni Bawah senilai Rp 1 miliar lebih, hingga kini belum rampung dikerjakan. Padahal dikabarkan, jika pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut, telah menerima keseluruhan anggarannya alias 100 persen. Selain itu, pembayaran material masyarakat, hingga saat ini masih hutang sekitar Rp 120 juta oleh pihak ketiga.

Hal itu pun sempat dipertanyakan dalam sidang paripurna penetapan Ranperda tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016 dan non APBD yang berlangsung di Gedung DPRD belum lama ini.

Anggota Komisi B DPRD Kaimana, Rusli Ufnia menegaskan, terkait dengan proyek pembangunan 3 lokal SD Tanusan, yang harus bertanggungjawab adalah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik). “Yah Kepala Dinas yang mestinya harus bertanggungjawab terkait dengan hal itu, mengapa proyek tersebut belum selesai dikerjakan sementara anggarannya sudah cair 100 persen? Apalagi material masyarakat pun hingga saat ini belum dibayarkan. Kalau pengusaha sudah lari, yah itu menjadi tanggungjawab Kepala Dinas,” tegasnya.

Apakah penegak hukum sudah bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan hal ini, kata dia bahwa persoalan ini seharusnya polisi sudah bisa bergerak untuk melakukan penyelidikan. “Pasti sudah dilakukan penyelidikan, karena proyek itu belum rampung tetapi dananya sudah cair 100 persen,” tegasnya.

Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, saat menanggapi pandangan akhir Fraksi-fraksi di Dewan belum lama ini pun menegaskan, instansi teknis terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan harus segera menyelesaikannya.

”Menyangkut dengan bangunan SD di Tanusan yang anggarannya telah seratus persen dicairkan, sementara fisik bangunannya belum seratus persen, saya harap untuk diselasaikan oleh intansi teknis dan ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE, menilai pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat belum maksimal dilaksanakan, sehingga Dewan masih menemukan adanya proyek fisik yang anggarannya telah dicairkan seratus persen, namun fisik bangunannya belum seratus persen. Frans juga menyebutkan, mungkin selama ini Inspektorat melaporkannya beres, namun di lapangan tidak seperti itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Luther Rumpumbo, S.Pd, yang hendak dikonfirmasi Minggu (8/10) kemarin, belum dapat memberikan keterangan terkait dengan hal itu. Beberapa kali Kabar Triton berupaya untuk mengirimkan pesan singkat, namun tidak direspon. Bahkan, upaya telepon pun dilakukan, namun Kepala Dinas Pendidikan tidak menjawabnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar