Garuda Indonesia
 

SORONG-  Sejak September hingga Desember mendatang,  PT Mulia Indah Permatasari yang berkantor di Jln. Malibela Km 11,5  mengadakan promo, dengan menurunkan harga DP (down payment) rumah subsidi dari Rp 30 juta/unit jadi Rp 15 juta/unit. “Karena waktunya terbatas , mumpung masih ada promo, jadi kami himbau kepada  masyarakat Sorong dan sekitarnya yang ingin memiliki rumah agar memanfaatkan masa promo ini dengan mengunjungi kantor PT Mulia Indah Permatasari di Jalan Malibela Km 11,5,”ajak Direktur PT Mulia Indah Permatasari, Jonny Hutapea.

  Lebih lanjut Jon-sapaan akrabnya- mengatakan, setelah Desember 2017, selain harga DP yang akan kembali jadi Rp 30 juta, harga rumah subsidi  juga akan mengalami kenaikan sebesar Rp 9.500.000.  Sehingga total dari harga Rp 193.500.000 menjadi Rp 203.000.000. “Mulai Januari 2018,harga  rumah subsidi secara nasional akan naik. Harga  naik  karena harga material juga semua sudah naik, sehingga secara otomatis harga rumah subsidi juga akan naik,”ujar Jonny Hutapea.

   “Jadi mumpung sekarang masih harga lama dan kami promo DP Rp 15 juta/unit, selagi masih ada kesempatan, kami himbau kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah, agar segera memilikinya,”imbuhnya.

   Menyediakan sekitar 200 unit rumah, Jon mengatakan, rumah subsidi Jokowi type 36 ini dibangun dengan luas tanah 10 x 8 M2.  Selain rumah subsidi, PT Mulia Indah Permatasari juga menyediakan sekitar 30-an unit rumah komersil.

   Selain kualitas bangunan rumah yang tetap diperhatikan, Jonny Hutapea juga mengatakan, legalitas dari usaha developer yang dipimpinannya sangat terjamin. Mulai dari sertifikat, IMB (ijin mendirikan rumah), ijin prinsip, advis planning, SITU sampai  master plant, market semua lengkap. Sehingga calon user yang berniat memiliki rumah tidak perlu ragu.

   Bukan hanya itu,  developer yang pernah meraih piagam penghargaan “Rekor  MURI 2015” dalam rangka HUT BTN ke-39- dalam realisasi KPR terbanyak dalam 1 Hari- ini memiliki  lokasi perumahan yang bebas banjir. Hal ini terang Jonny Hutapea karena pihaknya sangat memperhatikan pembangunan drainase perumahan, masalah sampah dan lainnya.

   “Jadi perlu diketahui, sudah berapa kali banjir di Sorong bahkan tempat lain  ada yang kena, perumahan kami tetap bebas banjir,”tandasnya.

    Menyinggung tentang developer yang membangun rumah subsidi tanpa DP atau uang muka 0 %, Jonny Hutapea mengatakan hal itu bisa terjadi karena faktor politis saja. Dikatakan,  pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga pernah membahas hal ini  dan menurutnya, membangun rumah subsidi itu tidak ada yang DPnya gratis atau tanpa uang muka.

   Kalau pun ada developer yang membangun rumah subsidi tanpa uang muka, menurutnya itu hanya simulasi yang sesungguhnya hanya membohongi masyarakat. Karena fakta yang terjadi, sudah beberapa developer yang tutup ataupun kabur karena membangun rumah dengan tanpa uang muka.

   “Kita beli motor yang puluhan juta saja ada DP 1 juta atau 2 juta, ini beli rumah yang harga 100 juta lebih tanpa DP itu menurut saya sesuatu yang mustahil ya, itu hanya membohongi user saja. Dan ujung-ujungnya usernya akan rugi, karena apa, developernya bisa lari karena dia tidak punya modal bangun rumah,”ujarnya.

   Diakuinya, DP yang ditetapkan oleh PT Mulia Indah Permata Sari memang cukup tinggi bahkan menurut Jonny Hutapea tertinggi di Indonesia. Tapi DP tinggi  toh nantinya berpengaruh dengan nilai angsuran yang semakin kecil yang akan dibayar oleh para user.

  Nilai DP memang bisa berbeda-beda, tergantung dari kebijakan masing-masing developer, tapi yang tidak bisa  diubah adalah  tingkat suku bunga subsidi 5 % pertahun flet. Selain itu harga rumah subsidi juga Rp 193.500.000. (ros)   


Kategori : Ekonomi

Komentar