Garuda Indonesia
 

JAYAPURA-Persipura Jaya­pura nampaknya lagi apes, kurang beruntung saat  menghadapi lawannya PSM Makasar. Alih-alih  Mutiara Hitam  bisa meraih poin penuh, bermain di hadapan pendukungnya, justru Persipura harus rela berbagi poin karena hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada pertandingan di Stadion Mandala Jayapura, Rabu(27/9) sore kemarin.

Pada laga ini memang ke­dua tim sama-sama berusaha men­cari kemenangan guna melebarkan peluang menjadi juara di musim ini. Persipura sendiri sangat termotivasi karena ingin membalas kekalahan telak lima gol saat bertanding di Stadion Mattoangin Makassar beberapa waktu lalu. Namun justru hasil imbang 0-0 yang mereka dapatkan.

Dengan hasil ini, maka Persipura tetap tertahan di posisi 5 dengan 47 poin. Tambahan satu poin ini membuat PSM Makasar tetap bertahan di posisi ketiga dengan 49 poin.

Sementara itu dari jalannya pertandingan, sejak wasit asing, Rysbek Shekerbekov meniup peluit tanda dimulainya babak pertama,  Persipura langsung menekan PSM Makasar. Hanya saja pemain Mutiara Hitam, kesulitan menembus kokohnya pertahanan tim tamu yang dikoordinir   Hamka Hamzah yang tampil begitu gemilang pada laga ini.

   Persipura sebetulnya memiliki peluang melalui  Ruben Sanadi  yang memberikan ancaman pertama ke gawang PSM Makasar pada menit ke -5, sayang sepakannya masih lemah dan mengarah kepelukan kiper  Rivky Mokodompit.

PSM Makasar mencoba balas mengancam lewat tendangan bebas Marc Klok di menit ke 17. Tapi sayang tembakannya masih jauh dari sasaran dan melambung jauh diatas mistar gawang Yoo Jae Hoon.

  Setelah peluang tersebut, kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Persipura yang main begitu ngotot untuk mencetak gol justru tak mampu berbuat banyak. Sejumlah peluang pun tak berhasil dimaksimalkan   untuk mencetak gol pada laga ini.

  Pada menit ke 34 PSM Makasar mendapatkan peluang untuk mencetak gol melalui Zulham Zamrun lewat tendangan bebasnya.  Tapi sayang bolanya masih bisa ditepis   kiper Yoo Jae Hun. Begitu juga dengan  tendangan bebas Ian Luis Kabes di menit ke 39 masih melambung tipis di atas mistar gawang PSM.

  Hingga turun minum, kedua tim bermain imbang 0-0. Hanya saja menjelang akhir babak pertama tersebut sempat terjadi insiden kecil dimana pemain Persipura Ricardo Salampessy harus mendapatkan perawatan setelah kepalanya mengalami luka karena terkena lemparan botol minuman dari penonton.

Masuk babak kedua, Persipura meningkatkan serangannya. Sementara PSM Makasar lebih memilih untuk  bermain bertahan. Kerasnya jalan pertandingan sehingga wasit mengeluarkan 6 kartu kuning untuk kedua tim. Empat untuk pemain PSM Makasar dan dua untuk pemain Persipura.

Persipura yang terus berjuang keras untuk mencetak gol di laga ini terus melakukan tekanan, sayangnya PSM Makasar justru kembali menumpuk sejumlah pemainnya di belakang.

Dalam 15 menit terakhir menjelang babak kedua berakhir, praktis penyerangan didominasi oleh Persipura. Sayangnya mereka tak juga mampu mencetak gol karena sulitnya mendapatkan peluang bagus di jantung pertahanan PSM Makassar.

  Pada menit ke 83 Persipura mendapatkan peluang emas, sayang sepakan Boaz Solossa hanya membentur mistar gawang setelah memanfaatkan bola muntah dari sepakan pojok Ian Luis Kabes. Hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan babak kedua, tak ada gol yang tercipta. Pertandingan  inipun diakhiri dengan skor 0-0

   Pelatih Persipura, Wanderley Da Silva Junior mengatakan, hasil pertandingan ini tidak seperti apa yang menjadi harapan tim sebelumnya untuk mencari tiga poin penuh.

“Pertandingan ini memang bukan menjadi hari bagi kami untuk meraih kemenangan, pasalnya tim yang kami hadapi juga sangat kuat dan merupakan tim paling bagus dihadapi Persipura musim ini,”ungkap Wanderley.

  Ia  mengaku dari semua lini Persipura tampil sangat disiplin, mereka juga bisa atur permainan untuk menganggu tim lawan. Selain itu mereka juga beberapa kali melakukan serangan setelah memanfaatkan kesalahan pemainnya namun tak membuahkan gol.

   “Hasil 0-0 ini tentu merupakan yang terbaik dan tetap beterima kasih kepada Tuhan. Memang bukan seperti yang kita inginkan, tetapi satu poin ini tetap perlu disyukuri,”tutur Wanderley.

Wanderley melihat PSM Makasar pada laga ini memilih untuk bermain bertahan dengan sedikit melakukan counter attack atau serangan balik. Hanya saja kembali lagi penampilan beberapa pemainnya sangat disiplin posisi sehiggga bisa menetralisir serangan balik mereka dengan baik.

“Mungkin kita belum sempurna di finising, beberapa kali ada peluang mencetak gol tetapi kurang dimaksimalkan dengan baik. Boaz sebetulnya bisa mencetak gol di injury time, tetapi sepakannya justru membentur mistar gawang,”terangnya.

   Hasil inipun kini tetap menjadi evaluasi baginya untuk kembali memperbaiki kinerja para pemainnya untuk pikir kembali pertandingan berikutnya menghadapi Madura United.

   Sementara itu terkait dengan aksi melempar botol oleh penonton ketengah lapangan sangat disayangkan oleh dirinya. Pasalnya akibat dari pelemparan tersebut membuat pemainnya Ricardo Salampessy harus mengalami luka pada bagian kepalanya.

  “Seharusnya itu tidak boleh dilakukan, karena justru pemain saya yang harus menjadi korban akibat pelemparan botol oleh penonton tersebut. Situasi ini tentu memalukan kita sebagai tuan rumah,”ujar Wanderley.

  Lanjut Wanderley, untuk posisi timnya saat ini masih memiliki peluang besar untuk terus mengejar posisi Bhayangkara FC di puncak klasemen. Tim Persipura kini masih menyisakan 9 laga sisa lagi sebelum kompetisi liga 1 berakhir musim ini.

  “Sekarang kami fokus untuk pertandingan berikutnya di kandang lagi, yakni menghadapi Madura, baru setelah itu pikirkan lagi laga berikutnya.”pungkasnya.

  Wanderley pun mengaku jika pertandingan menghadapi PSM Makasar adalah laga yang sangat fair, karena kedua tim memainkan bola yang begitu bagus serta menjaga lawan dengan baik.

Hal senada disampaikan pemain muda Persipura, Yan Piet Nasadit bahwa timnya hanya kurang beruntung saja pada laga ini. Selain itu finising touch juga menjadi masalah akhir dari pertandingan ini.

  “Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi tidak dimaksimalkan dengan baik. Namun semua itu tentu akan menjadi evaluasi bagi pelatih, sekarang kami harus fokus lagi untuk pikir laga berikutnya menghadapi PSM Makasar,”tutur Yan Piet.

  Sementara itu pelatih PSM Makasar, Robert Rane Alberth menyamapikan rasa terima kasihnya karena timnya bisa mengambil poin di kandang Persipura. Hasil ini tentu sudah maksimal mengingat pertandingan berjalan sa­ngat ketat sekali.

“Target awal kita untuk meraih kemenangan di sini, tetapi 1 poin yang kita capai ini sudah bagus. Apalagi Persipura bermain sangat bagus di laga ini, mereka begitu tampil ngotot untuk memenangkan pertandingan,”tambah Roberth.

Roberth  mengakui  jika babak kedua timnya lebih memilih untuk sedikit bertahan. Pasalnya pemain Persipura tampil begitu kuat dan terus melakukan serangan ke pertahanannya.

“Saya pikir kami sudah lakukan yang terbaik di pertandingan tersebut, tambahan satu poin ini akan terus memotivasi anak-anak untuk terus berjuang lebih keras lagi di laga selanjutnya,”tutup Roberth.(ans/tri)

Susunan Permain Persipura:

Yoo Jae Hoon, Mauricio Leal, Muhammad Tahir (Yan Piet Nasadit), Ricardo Salampessy, Ruben Sanadi, Yustinus Pae, Ian Luis Kabes, Nelson Alom, Osvaldo Haay (Fery Pahabol), Addison Alves, Boaz Salossa

Pelatih: Wanderley Junior

PSM Makassar:

Rivky Mokodompit (Syaiful), Hamka Hamzah, Reva Adi Utama, Steven Paulle, Zulkifli Syukur, Marc Klok, Rizky Pellu, Wiljan Pluim, Zulham Zamrun (Pavel Purishkin), Ferdinand Sinaga, Titus Bonai

Pelatih: Robert Rene Alberts

Kartu Kuning Persipura

Boaz T. Solossa

Nelson Alom

PSM Makasar:

Steven Paulle

Titus Bonay

Syaiful


Kategori : Berita Utama

Komentar