Garuda Indonesia
 

JAKARTA - Jadwal pertandingan antara Liga 1 dan pertandingan internasional yang harus dijalani oleh Timnas (Tim Nasional) ternyata belum linear. Itu terbukti dari masih adanya pertandingan yang berlangsung bersamaan dengan skuad Garuda  -- julukan Timnas -- harus menjalani FIFA matchday sepanjang awal Oktober mendatang. 

Padahal, idealnya, semua pemain sudah harus diistirahatkan dari pertandingan domestik dua hari sebelum pertandingan internasional digelar. Dengan begitu, PSSI berencana melakukan koordinasi dengan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru untuk sinkronisasi jadwal kompetisi sepanjang awal Oktober nanti. 

"Kami harus mempertimbangkan segalanya, khusunya tanggal 5 hingga 9 Oktober. Karena saat itu, jadwal pertandingan di kompetisi juga sedang padat-padatnya," kata Joko Driyono, Wakil Ketua Umum PSSI. "Sehingga perlu ada sinkronisasi jadwal, apakah akan ada pergeseran atau tidak, atau memanggil pemain yang timnya tidak bermain saat itu," timpalnya. 

Luis Milla dan pasukannya, memang akan menjalani dua pertandingan internasional pada 4 dan 8 Oktober. Kendati belum menentukan lawan, ada sejumlah negara yang mulai dibidik oleh PSSI untuk menjadi lawannya Garuda. Di antaranya adalah, Timnas Mauritania, Qatar, Oman dan, Thailand beserta Selandia Baru.

"Sejatinya penampilan Timnas dan klub di kompetisi berada dalam jalur yang sama, untuk menghibur masyarakat sepak bola Indonesia. Jadi, kurang cocok kalau keduanya bertanding di waktu yang bersamaan," jelas Joko. "Jadi, bisa jadi jadwal pertandingan di 8 Oktober kami geser ke 10 Oktober," tandasnya. 

Seperti yang diketahui, pada 8 Oktober atau bertepatan dengan pekan ke-28, terjadwal tiga pertandingan di kompetisi kasta tertinggi itu yang harus digelar. Masing-masing adalah, Bhayangkara FC menjamu Persiba Balikpapan, PSM Makassar bertandang ke markas Borneo FC serta Bali United kontra Arema Malang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. 

CEO PSM, Munafri Arifuddin mengatakan bila mereka belum mendengar kabar terkait adanya pergeseran jadwal pertandingan di 8 Oktober tersebut. "Tapi kalau ada perubahan jadwal, kami meminta agar pertandingan di geser sehari saja, jangan sampai dua hari. Karena kami butuh waktu lebih lama untuk recovery jelang laga berikutnya," kata Munarfi. 

Setelah dari markas Borneo, Laskar Juku Eja-- julukan PSM-- memang sudah harus mempersiapkan diri untuk menjamu Persib Bandung pada 15 Oktober. Menurut Munafri, mereka sedang butuh banyak kekuatan agar bisa memaksimalkan raihan poin dalam delapan pekan terakhir kompetisi. (ben)


Kategori : Sport

Komentar