Garuda Indonesia
 

SORONG- Diduga akibat melakukan penggelapan uang sertifikat tanah, terdakwa Hr (37) dituntut  2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Imran Misbach, SH pada persidangan yang berlangsung, Rabu (27/9) di PN Sorong.

  Sidang dengan agenda tuntutan JPU yang dipimpin hakim tunggal, V.S Wattimena, SH. JPU Imran dalam amar tututannya, menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

  Terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya, Arios Borolla, SH usai mendengar tuntutan JPU, memohon kepada mejelis hakim untuk mengajukan pembelaan.“Majelis hakim yang mulia, kami selaku penasehat hukum terdakwa, meminta waktu selama 1 minggu untuk mengajukan pembelaan,”ujar Arios di hadapan majelis hakim.

  Setelah berkoordinasi dengan hakim, Imran meminta sidang lanjutan dengan agenda pembelaan terdakwa digelar Selasa pekan depan. Pasalnya, Rabu pekan depan penuntut umum mengikuti kegiatan di Manokwari.

  Terdakwa disidang di PN Sorong, lantaran diduga menggelapkan uang hasil penjualan empat sertifikat tanah yang bukan milik terdakwa, melainkan milik Kartini dan Gamal.(dar)


Kategori : Metro

Komentar