Garuda Indonesia
 

SORONG -  Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Selatan (Sekda Sorsel), Dance Y. Flassy via telepon kepada Radar Sorong, Rabu (27/9). Menurutnya, saat ini ada sekitar 9 ribu lebih masyarakat Sorong Selatan (Sorsel) belum terdata sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk itu, Pemda Sorsel akan mengupayakan seluruh Masyarakat Sorsel dapat terdaftar sebagai peserta JKN secara keseluruhan dengan batas waktu sampai tahun 2019.

  “Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung dan menyukseskan program pembangunan nasional, termasuk dalam bidang pelayanan kesehatan. Maka dengan demikian salah satu langkah yang akan dilakukan adalah seluruh masyarakat Sorsel masuk menjadi peserta JKN,” ujarnya.

  Pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Scholoo Keyen untuk mengecek dan mendata setiap masyarakat yang berobat lalu belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Untuk selanjutnya diarahkan untuk langsung mendaftar sebagai peserta BPJS dan pembiayaan ditanggung dari APBD melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

  “Jadi kita harapkan seluruh masyarakat Sorsel harus terdata menjadi peserta BPJS. Termasuk tenaga kerja yang ada di perusahaan-perusahaan. Perusahaan harus bertanggungjawab untuk memasukkan seluruh karyawan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Selain itu, perusahaan juga harus memasukan masyarakat sekitar yang tidak mampu untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan lewat CSR mereka,”ungkapnya.

  Masyarakat Sorsel yang sampai bulan September 2017 ini sudah terdaftar sebagai kepesertaan Jamkesda baru mencapai 2.659 dari total penduduk Sorsel sebanyak 60 ribu jiwa lebih. Maka bagi yang belum terdaftar sebagai peserta Jamkesda maupun JKN akan diupayakan untuk semuanya bisa memiliki JKN, pihak pemerintah akan mengupayakan paling lambat pada tahun 2019 semua masyarakat sudah harus memiliki JKN.(dar)


Kategori : Sorong Raya

Komentar