Garuda Indonesia
 

Kamis (21/9) merupakan momentum penting bagi warga Gereja Kristen Injili (GKI) se-antero Klasis Maybrat, dengan dilangsungkannya pesta iman sekaligus pembukaan sidang ke-XII Klasis GKI Maybrat. Pesta Rohani warga GKI Klasis Maybrat ini  dihadiri Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Ones Wayangkau, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Modu,MTh, Bupati Asmat Drs. Elisa Kambu,MSi dan Forkopinda Papua Barat.

LAPORAN : RUBEN ISIR

LANGIT di bumi Maybrat, Kamis (21/9) cukup bersahabat menyambut rombongan Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuari bersama rombo­ngan yang berjumlah 9 orang mendarat mulus di Bandara Kambuaya dengan pesawat Susi Air Manokwari-Maybrat pukul 09.45 WIT.

Kedatangan orang nomor satu di Papua Barat ini bersama rombongan, disambut Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM yang didampingi Wakil Bupati Drs. Paskalis Kocu,MSi, Danrem 171 PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, pimpinan dan anggota DPRD Maybrat. Setibanya di Maybrat, gubernur disambut pengalungan selendang kain timur, noken Maybrat dan mahkota cenderawasih. Gubernur hadir di Maybrat untuk menghadiri pembukaan sidang ke-XII Klasis GKI Maybrat.

Selama lebih kurang 5 menit di Bandara Kambuaya, gubernur dan rombongan dihibur tarian Yosim Pancar (Yospan) lengkap dengan busana adat Maybrat. Gubernur, pangdam, bupati dan tamu undangan lainnya pun berbaur goyang Yospan sebanyak 3 putaran, sebelum beranjak menuju kendaraaan masing-masing untuk selanjutnya menuju lokasi pembukaan sidang Klasis GKI Maybrat di Ella Ayamaru.

Dari Bandara Kambuaya, gubernur dan rombongan yang mendapat pengawalan Satpol PP dan gabungan Polri dan TNI, iringi-iringan menempuh perjalanan 30 menit menuju lapangan Ella. Setibanya di lapangan Ella, gubernur disambut BP-AM Sinode GKI di Tanah Papua bersama 339 peserta sidang, para hamba-hamba dan umat Tuhan dari 7 dedominasi gereja, para tokoh masyarakat dan tamu undangan yang datang dari Sorong Raya, Papua Barat dan Provinsi Papua.

Mengawali ibadah, kelompok Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Jemaat Lahaeroi Mefkajim diberi penghormatan dengan busana adat menampilkan tarian etnik Papua-Maybrat yang mengisahkan tentang kehidupan orang Maybrat yang dulu dikenal dengan nama Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) hidup dalam kegelapan, penyembahan berhala (animism) yang pada akhirnya diselamatkan dengan terang Injil Kristus membuka tabir kegelapan di bumi A3 dan hasilnya buah dari Injil Kristus, anak-anak Maybrat menjadi manusia-manusia pembangun di New Guinea (tanah Papua).

Pesta iman itupun berlanjut dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Ketua Klasis GKI Maybrat, Pdt. Petrus Kambuaya,STh. Dalam khotbahnya, Pdt Petrus Kambuaya menekankan tiga hal penting yang harus dipegang dan diimani oleh orang Maybrat yakni persatuan, merendahkan diri dan pelihara kasih. Jika ketiga hal ini dipegang, maka berkat akan menjadi milik orang Maybrat turun temurun. Sebaliknya, jika tidak maka kutuklah yang akan diwarisi orang Maybrat.

Usai ibadah, dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Ny. Naomi Netty Sagrim,S.KM,MKes yang melaporkan bahwa tujuan Sidang Klasis kali ini untuk melaksanakan tiga hal penting yakni mengevaluasi program lama, membahas program baru serta memilih pemimpin klasis yang baru di Klasis Maybrat yang akan berubah nama menjadi Klasis Ayamaru. Dihadiri total 339 orang, Naomi Sagrim, istri terkasih Bupati Maybrat, berharap momentum ini menjadi sarana penting untuk warga GKI di Maybrat menggumuli program pelayanan. Dan tentunya bersinergi dengan program kebijakan pembangunan di Kabupaten Maybrat sebagai mitra pemerintah.

Selanjutnya, Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim,MM dalam sambutannya mengatakan bahwa fakta sejarah membuktikan gereja dalam perkembangannya terus melakukan ekspansi pelayanan dan bermitra dengan pemerintah membangun kesehatan, pendidikan, pemberdayaan  dan advokasi terhadap dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. Kesemuannya itu bermuara pada kasih, damai dan sukacita di atas tanah Papua.

Orang nomor satu di Kabupaten Maybat ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa kalau bangsa Israel melalui Nabi Musa, Tuhan memberi 10 Hukum Tuhan yang jadi pedoman kasih kepada Tuhan dan sesama manusia, maka kepada orang Maybrat, Tuhan telah memberi Empat Hukum (Malkumat) Theofani Allah melalui hambayaNYA Rasul Ruben Rumbiak pada 21 Oktober 1951 bahwa orang Maybrat harus pelihara kesatuan, kerendahan hati, kasih dan kehormatan kepada Tuhan dan semua orang, maka berkat akan menjadi milik orang Maybrat turun temurun.

Empat hukum tersebut bersinergi dengan motto Maybrat, Nehaf Sau Bonaut Sau, Satu Hati Satu Komitmen yang terkutip dari Kitab Amsal dan Filipi. Dan jika Tuhan Yesus Berjalan di atas Danau Galilea, maka hal yang sama pula terjadi di Bumi Maybrat, Rasul Ruben Rumbiak berjalan di atas Danau Ayamaru untuk mendamaikan perang di seberang danau Ayamaru.

Gubernur Papua Barat di momen istimewa ini menyampaikan bahwa kita membangun Indonesia, Tanah Papua, Papua Barat dan Maybrat, harus membangun dengan hati dan mempersatukan dengan kasih untuk mewujudkan Indonesia terlebih khusus Papua dan Bumi Maybrat yang aman, damai, maju, mandiri dan sejahtera sesuai motto orang maybrat satu hati satu komitmen. “Gubernur, para Bupati, Walikota, mari kita mendasari pembangunan dengan rasa takut akan Tuhan. Karena kalau kita setia dalam pekerjaan yang kecil maka kita juga setia dalam pekerjaan yang besar,” kata Gubernur Papua Barat yang disambut applaus meriah dari umat Tuhan yang hadir.

Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu,MTh menyampaikan, Klasis Maybrat merupakan Klasis ke-54 dari 55 Klasis GKI se-Tanah Papua yang telah melaksanakan sidang dan terkhir Klasis GKI Baliem. Di kesempatan ini, Mofu mengatakan bahwa produk sidang sinone di Waisai Raja Ampat telah menetapkan 14 Bakal Klasis.

Di momentum sidang lima tahunan tersebut, Mantan Ketua Klasis GKI Sorong itu menyampaikan bahwa yang menjadi perhatian dalam sidang klasis ke-XII ini akan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban lima tahunan di bidang theology, daya dan dana, sebagai bagian dari panggilan dan tugas pelayanan GKI di Tanah Papua.

Momentum sidang klasis ini juga akan membahas program strategis klasis untuk lima tahun kedepan. Bertolak dari evaluasi program lima tahun sebelumnya apa yang sudah dilaksanakan, tingkat pencapaian dan tentu yang menjadi tantangan kedepan, ini harus digumuli dan diputuskan untuk menata dan membangun klasis yang lebih baik ke depan.

Selain itu, sidang klasis ini juga untuk memilih pemimpin yang baru untuk menahkodai klasis lima tahun kedepan, dan nahkoda harus mampu menghadirkan tanda-tanda kerajaan Alah dalam jemaat. Akhir dari sambutan, Ketua BP AM Sinode membuka dengan resmi sidang ke-XII Klasis GKI Maybrat. Melengkapi rentetan acara dirangkai dengan jamuan kasih bersama. (***)


Kategori : Features

Komentar