INDIHOME
 

ISTANBUL - Slovenia mengakhiri torehan menakjubkan yang dia buat di EuroBasket 2017 dengan sempurna. Gelar juara berhasil mereka rengkuh pasca menumbangkan Serbia 93-85 di partai final yang berlangsung di Sinan Erdem Arena kemarin dini hari. Ini menjadi gelar pertama mereka dalam 13 kali keikutsertaan sejak 1993.
 
Point guard senior Slovenia Goran Dragic menjadi pahlawan. Pemain Miami Heat itu melakukan segalanya untuk menyumbang 35 poin. Sebanyak 20 dari 35 poin yang dibukukan pemain 31 tahun tersebut tercetak pada kuarter kedua. Dia menggila di tiga kuarter pertama sampai harus menepi di empat menit terakhir kuarter keempat lantaran mengalami kram.
 
“Semua orang ingin tampil maksimal di final. Rekan setim dan pelatih membuat saya berada di tempat yang tepat. Ini olahraga tim. Saya bangga dengan tim ini. Rasanya luar biasa,” jelas Dragic dilansir situ resmi FIBA. 
 
Kebahagian Dragic double-double. Pasalnya saat penyerahan piala mantan pemain Phoenix Suns dan Houston Rockets tersebut juga ditahbiskan sebagai MVP FIBA EuroBasket 2017. 
 
Itu tidak lepas dari penampilanya yang cemerlang. Dia membawa Slovenia tak terkalahkan di sembilan pertandingan. Termasuk menumbangkan juara bertahan Spanyol di semifinal. Sepanjang kejuaraan, Dragic menjadi otak Slovenia menggempur pertahanan lawan dengan raihan 22,6 poin dan 5,1 assist per game. 
 
Slovenia kemarin sempat was-was saat harus kehilangan shooting guard muda mereka Luka Doncic di akhir kuarter ketiga. Menepinya Dragic saat kuarter keempat tersisa empat menit makin membuat Slovenia tegang. 
 
Untung mereka masih punya Klemen Prepelic dan Anthony Randolph. Keduanya kemarin juga menjadi kunci kemenangan Slovenia dengan masing-masing mengemas 21 dan 15 poin.
 
“Kami terlalu banyak memberi mereka poin melalui transisi di babak pertama,”  ucap pelatih Serbia Aleksandar Djordjevic dilansir Reuters. “Mereka memang layak meraih medali emas. Mereka membawa kecepatan NBA di turnamen ini,” tambah Djordjevic. 
 
Hasil ini membuat Serbia untuk kali kedua gagal menang saat tampil di partai puncak EuroBasket (lepas dari saat masih menggunakan nama Yugoslavia). Satu kekalahan final lain mereka raih pada 2009 saat takluk di tangan Spanyol. “Kami akan meneruskan perjuangan. Suatu saat nanti kami akan membawa pulang emas,” jelas Djordjevic.
 
Di lain sisi Spanyol berhasil membawa pulang medali perunggu. Itu setelah pada duel perebutan posisi ketiga Pau Gasol dkk menaklukkan Rusia 93-85. (irr)

Kategori : Sport

Komentar