Garuda Indonesia
 

TIMIKA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) belum mengambil kesimpulan apakah kasus yang terjadi di Deiyai dan Pomako, Mimika yang diduga melibatkan oknum aparat keamanan itu tergolong pelanggaran HAM.

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai saat ditemui wartawan di Rimba Papua Hotel, Jumat (11/8), mengatakan, dua kasus tersebut masih sementara dalam tahap penyelidikan. “Kita belum simpulkan apakah terjadi pelanggaran HAM, kan belum ada kesimpulan,” tegasnya.

Natalis mengapresiasi Kapolri yang sudah meminta Komnas HAM melakukan penyelidikan, yang menurutnya bentuk sinergitas dan profesionalitas kedua lembaga dalam melakukan pemantauan dan penyelidikan.

Komnas HAM lanjut Natalius, baru kembali dari Deiyai mengumpulkan data, fakta dan informasi di lapangan terkait peristiwa yang menewaskan warga sipil. Komnas HAM selanjutnya akan menggali informasi dan mengumpulkan data, terkait kasus serupa yang terjadi di Paomako, Kabupaten Mimika.

Natalis berharap, siapapun termasuk aparat keamanan yang melakukan tindakan melawan hukum harus diberi hukuman secara professional. Kecuali, kalau pihak keluarga menginginkan ada perdamaian.  “Tapi kalau tanpa keluarga menginginkan sebuah perdamaian, maka secara professional harus lakukan tindakan,” tegasnya.

Ada dua langkah yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum. Pertama disebutkan Natalius, bagaimana keluarga mendapat ganti rugi dari sisi kesehatan dan biaya kesehatan. Kedua, bagaimana menyelesaikan secara komprehensif terkait dengan tindakan apakah sanksi atau mediasi dan perdamaian.

“Semua itu terbuka tapi yang berhak menentukan solusi ada pada keluarga korban. Jadi Komnas HAM bekerja professional melakukan pemantauan dan penyelidikan saja. Tidak lebih dan tidak kurang,” katanya.

Hasil pantauan oleh Komnas HAM lanjut Natalius akan direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait. Tapi sampai saat ini Natalius menyatakan belum ada kesimpulan apakah terjadi pelanggaran HAM pada kedua kasus tersebut. Namun itu bisa saja berpotensi terjadi pelanggaran.

“Nyatanya kan orang mati, mati bukan karena tenggelam. Mati juga bukan karena jatuh, mati karena kena tembakan,” ujar Natalius.

Berdasarkan informasi kata Natalis, Polisi akan melakukan penegakan hukum secepatnya. Ia sendiri menghormati hal itu, tapi tetap dilakukan pengawasan yang lebih ketat supaya proses penegakan hukum bisa memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. (sun)

 


Kategori : Berita Utama

Komentar