Garuda Indonesia
 

BIAK-Untuk membuka jaringan dan membangun ko­munikasi untuk memenang­kan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua periode 2018-2023, tim pemenangan dan tim sukses serta relawan yang dikomandoi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Biak Numfor, Thomas AE Ondy, MM, membuka Posko Relawan Pemenangan Lukas Enembe Gubernur Papua 2018-2023 di Kabupaten Biak Numfor, Jumat (11/8).

Posko yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Biak ini meru­pakan Posko Pemena­ngan Lukas Enembe di wilayah Adat Saireri. “Induknya di Biak sebagai pusat Posko Pemena­ngan Lukas Enembe di wilayah Adat Saireri. Nantinya relawan akan bergerak di lima kabupaten di wilayah Adat Saireri yaitu Biak Numfor, Supiori, Yapen bagian Utara dan Mamberamo Raya,” jelas Ketua Posko Relawan Pemenangan Lukas Enembe Gubernur Papua 2018-2023, Thomas Ondy, MM, kepada wartawan usai peresmian posko kemarin.

Thomas Ondy mengatakan di setiap kabupaten di wilayah Adat Saireri memiliki DPC Partai Demokrat. Untuk itu, pihaknya membuka jaringan di Biak lebih dulu sebagai langkah membangun komunikasi serta kerjasama yang baik untuk memenangkan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua untuk periode yang kedua 2018-2023.

“Posko ini juga akan kami sebar ke kampung-kampung di beberapa distrik di Biak, Supiori dan Yapen bagian Utara untuk membentuk relawan-rewalan di sana. Kita bergerak dari Biak karena di sini pusat distribusi barang dan informasi. Selain itu juga mudah dijangkau semua kabupaten di wilayah Teluk Cenderawasih. Posko ini jadi pusat aktivitas pergerakan dan informasi relawan,” ucap Thomas Ondy yang juga Bupati Biak Numfor.

Relawan yang bergabung untuk memenangkan Lukas Enembe melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua menurut Thomas Ondy berasal dari berbagai kalangan. “Relawan ini berasal dari berbagai suku, agama dan budaya. Ada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda serta paguyuban yang bersama-sama untuk memenangkan bakal calon Gubernur Papua periode 2018-2023, Lukas Enembe,” tandasnya.

Posko yang didirikan ini menurut Thomas Ondy juga digunakan untuk menyukseskan pekerjaan tim dan relawan yang mengusungnya maju sebagai bakal calon Bupati Biak Numfor pada Pilkada Serentak 2018. Meskipun dalam Pilkada nanti, Thomas Ondy maju melalui jalur independen namun Posko yang ada ini tetap berjalan untuk memenangkan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua 2018-2023 dan Thomas Ondy sebagai Bupati Biak Numfor periode 2018-2023.

“Kita kerja dobel, dimana Posko Pemenangan Wilayah Adat Saireri untuk Gubernur Papua dan Posko Pemenangan Kabupaten untuk tim independen kita dalam bergerak mengumpulkan KTP. Jadi para senior dan mantan pejabat sudah berkumpul untuk bergerak di semua distrik untuk memenangkan Lukas Enembe dan calon Bupati Biak Numfor,” kata Thomas Ondy.

Disinggung tentang bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya pada Pilkada Biak Numfor 2018, Thomas Ondy mengaku belum bisa mengumumkan nama pasangannya pada Pilkada nanti. Namun dirinya dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi untuk maju melalui jalur perseorangan atau independen.

“Rencananya di Lapangan Cenderawasih seperti waktu mendeklarasikan bapak Lukas Enembe sebagai bakal calon Gubernur Papua periode berikutnya. Kami juga berupaya meminta saran dari para senior di Biak untuk mendeklarasikan diri agar masyarakat tahu. Kita tetap maju walaupun pakai jalur independen,” tambahnya.

Mengenai kondisi politik yang mulai memanas di Biak, sebagai pembina politik di Kabupaten dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Thomas Ondy mengatakan, bakal calon Bupati Biak Numfor sebaiknya fokus menyampaikan program kerjanya ke masyarakat dan bukan saling menghujat. Dirinya berpendapat bahwa orang-orang yang suka menghujat tidak bisa menjadi pejabat apalagi pemimpin.

“Mental birokrasi seorang pimpinan itu selalu diuji, bagaimana membangun Biak, bagaimana menata program pemerintah. Kalau ada tantangan dan hambatan itu semua harus disampaikan kepada masyarakat. Tetapi kalau datang hanya untuk saling menghujat, dan menjatuhkan, Pendeta katakan tadi, dia tidak punya iman untuk menjadi seorang pemimpin,” tegasnya.

Sebagai Bupati Biak Numfor, Thomas Ondy berharap masyarakat masyarakat tidak terbawa dalam arus cipta kondisi yang negatif, yang justru membawa perpecahan di tengah masyarakat. “Masyarakat harus tetap tenang, dan bekerja seperti biasa. Pintar membaca situasi politik, dan ikut menentukan siapa pilihan. Pegawai negeri pun harus melihat siapa yang kerja selama ini membangun kabupaten dan, kerja nyata itu yang harus menjadi tolok ukur,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Penasehat Tim Relawan Posko Pemenangan Calon Gubernur Papua Lukas Enembe dan Calon Bupati Biak Numfor Thomas Ondy Periode 2018-2023 Wilayah Adat Saireri dan Kabupaten Biak Numfor, Hengky Rumkabu, selama ini ada lebih dari 600 orang Relawan yang sudah berkerja jauh hari. Relawan ini menurut Rumkabu mempersiapkan pondasi dan kekuatan untuk mengusung rencana dan program kerja. “Mereka disebar di seluruh distrik dan pulau,” tambahnya.

Posko yang ada saat ini menurut Rumkabu sudah bisa difungsikan secara terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat tanpa memandang latar belakang partai, maupun etnis dan budaya. “Tim relawan untuk Pemenangan calon Bupati Biak Numfor juga beriringan bekerja untuk mendata KTP yang terkumpulkan. Saat ini sudah terkumpul sekitar 17.000 lebih KTP dan kemungkinan masih akan terus bertambah,” tutupnya. (il/nat)


Kategori : Lintas Papua

Komentar