Garuda Indonesia
 

SORONG - Devisi Konservasi Forum Pecinta Pantai Sungai Papua Barat, Isak Yable mengatakan kegiatan yang dilakukan kemarin pihaknya mau mendorong masyarakat supaya menjaga lingkungan yang bersih.

“Indonesia sudah merdeka 72 tahun tapi kita punya sungai – sungai di Sorong ini belum merdeka, dari kesadaaran masyarakat dan perhatian pemerintah. Artinya perhatian pemerintah sudah ada perda yang diberikan tapi perda itu seperti tidur saja, warga buang sampah di Kali Remu,”ujarnya.

  Oleh karena itu, Forum Pecinta Sungai Papua Barat merasa penting membangkitkan kembali walaupun kegiatannya berjalan apa adanya.”Tapi kami merasa bahwa kegiatan ini sudah bisa untuk bagaimana mendorong kegiatan – kegiatan masyarakat dan pemerintah bahwa sungai ini kita bisa jadikan icon Kota Sorong,”jelasnya.

  Isak Yable mengatakan dari momen kemerdekaan Indonesia ini pihaknya memanfaatkan untuk membuat sungai – sungai menjadi bersih. “Sungai dibiarkan begitu saja, tapi tidak ada aksi yang dilakukan. Jadi mari kita sama – sama untuk memerdekakan sungai,”tegasnya.

  Forum ini punya visi dan misi untuk 2030 menjadikan Sungai Remu jadi icon Kota Sorong. Ada beberapa daerah yang sudah dilakukan aksi di Maybrat, Sorong Selatan dan Manokwari bahkan ada beberapa daerah yang dilaunching contoh seperti Sorong Selatan itu pemerintah merespon sekali, bahkan pemerintah membantu forum dengan anggaran Rp 1 Miliar setiap tahun.

  “Nah ini kita mau bangkitkan di daerah lain, bahwa ternyata kalau pemerintah lain bisa sadar mengapa pemerintah lainnya juga tidak seperti itu,”katanya.

  Lanjut Isak bahwa harusnya mereka dari forum dan masyarakat itu dihadirkan dalam musrenbang – musrenbang tingkat kota, karena ini kelemahan.“Kalau masyarakat dan lembaga – lembaga tidak dihadirkan akhirnya  tata ruang tidak sesuai seperti rumah – rumah di sekitar bantaran sungai,”pungkasnya.

  Sementara itu, mewakili Pemerintah Kota Sorong, Drs. Anton Sagrim yang sehari-hari menjabat sebagai Kadis Tenaga Kerja Kota Sorong mengatakan bahwa dia melihat itu positif, pandangan bagus dari anak – anak muda daripada nganggur. Jadi harus menciptakan sesuatu, khususnya ada anak – anak Moi yang peduli dengan tanah warisan mereka dan ini harus direspon dan perlu didukung oleh pemerintah.

  Khusus untuk Kali Remu ini sudah harus diwaspadai kedepan karena pencemaran, hilir dan hulu sudah tidak aman. “Jadi saya harapkan Bappeda ini merencanakan kedepan baik. Kemudian masyarakat yang ada di pinggir kali ini di lokalisasikan saja, dilihat di tempat dimana karena lahan kan banyak. Jangan biarkan kesempatan bagi masyarakat, bagi saya bongkar saja. Mau bayar kah tidak bongkar, ada sertifikat kah tidak bongkar, sudah tahu kali kenapa mau bangun rumah disitu. Kedepan kita hidup di Kota Sorong, ini Kali Remu menjadi ancaman besar. Kalau banjir besar dan gunung rubuh itu yang kena duluan itu yang di pinggir kali Remu,”katanya.(zia)


Kategori : Metro

Komentar