Garuda Indonesia
 

MANOKWARI-Papua Barat menjadi endemic penularan HIV-AIDS dengan angka kasus  yang terus meningkat. Mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, pemberantasan HIV-AIDS tak hanya butuh komitmen tetapi betul-betul diimplementasikan.

Hal yang perlu dilakukan pemerintah daerah menurut Nafsiah,yakni menerbitkan  Peraturan Daerah (Perda), anggaran serta pembentukan KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah). Namun, hingga tahun 2017 ini beberapa daerah belum memiliki KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah).

Berdasarkan laporan yang diterima mantan Menteri Kesehatan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini baru 7 kabupaten/kota yang membentuk KPAD yakni, Manokwari, Fakfak, Kota Sorong, Kab Sorong, Bintuni ,Sorong Selatan, Raja Ampat dan Kaimana serta Provinsi Papua Barat. Sedangkan 6 kabupaten lainnya belum membentuk KPAD.

Pencegahan dan pemberantasan penularan HIV-AIDS lanjut dia, dapat pula didukung dengan Perda sehingga pengalokasian anggaran lebih jelas. Hingga saat ini baru 5 kabupaten/kota yang sudah memiliki Perda terkait penanggulangan HIV-AIDS, Manokwari, Fakfak,Bintuni, Kab Sorong, Kota Sorong dan Teluk Bintuni.

Provinsi Papua Barat bahkan belum memiliki Perda serta beberapa kabupaten. Untuk pendanaan, pada tahun 2016 Pemprov Papua Barat mengalokasikan anggaran Rp 2,5 miliar, Fakfak Rp150 juta, Manokwari Rp 200 juta, Kab Sorong Rp200 juta, Kota Sorong Rp 300 juta dan Teluk Bintuni Rp 1,3 miliar lebih.

  “Kalau memang kita semua menghentikan AIDS di Provinsi Papua Barat, maka semua kabupaten/kota maupun provinsi mohon agar ada secretariat penanggulangan AIDS (KPAD), harus ada peraturan daerahnya (Perda) dan anggarannya,’’ ujar Nafiah pada Workshop Penanggulangan HIV-AIDS di Aston Niu Hotel Manokwari.

Dia menuturkan, prevalensi penderita HIV-AIDS di kalangan penduduk asli di Papua cukup tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan semua pihak. Penderita HIV dapat diberi obat ART (anti retroviral).

Dikatakan,setiap ibu hamil juga dapat menjalani tes HIV-AIDS. Di Papua Barat tahun 2011 terdapat 1.129 ibu hamil   yang menjalani tes dengan hasil 16 positif atau 1,42 persen, 2013 sebanyak 2.844 ibu hamil jalani tes 396 di antaranya positif (13,92 persen). Tahun 2015 sebanyak 9.878 jalani tes dan 92 di antaranya positif (0,62 persen) dan tahun 2016 sebanyak 8.411 ibu hamil jalani tes sebanyak 52 positif (0,62 persen).

 ‘’Suami yang bepergian harus setia. Jangan sampai membawa oleh-oleh HIV yang ditularkan ke istri. Kasian istri yang setia terinfeksi,’’ tambahnya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar