Garuda Indonesia
 

SAUSAPOR - Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Tambrauw yang berkuliah di Jayapura menggelar aksi demo damai di Kantor DPRD Kabupaten Tambrauw Kemarin (10/8).  Mereka menuntut hadirnya asrama  mahasiswa Tambrauw di Jayapura.

Mereka juga meminta DPRD agar menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan anggaran pembangunan asrama yang ditetapkan tahun anggaran 2016 sebesar Rp 2 miliar. Namun hingga saat ini asrma tidak terealisasi.

"Di mana dana Rp 2 miliar yang telah dianggarkan oleh DPRD Kabupaten Tambrauw dalam sidang anggaran tahun 2016 untuk pembangunan asrama mahasiswa Tambrauw di Jayapura" terang Agustinus Tawer, salah satu mahasiswa saat melakukan orasi.

Aspirasi para mahasiswa langsung ditanggapi oleh ketua DPRD Kabupaten Tambrauw, Cosmas Baru, yang menerima aspirasi mahasiswa dan langsung memanggil Bupati Kabupaten Tambrauw. Dalam waktu kurang lebih satu jam, Bupati Kabupaten Tambrauw, Gabriel Asem,  bersama Sekda Kabupaten Tambrauw tiba di kantor DPRD. Setibanya di kantor DPRD Bupati meminta agar aksi dihentikan dan di selesaikan secara berdialog di kantor DPRD.

Permintaan para mahasiswa langsung ditanggapi oleh bupati. Dalam penjelasannya bupati menjelaskan, dana 2 miliar untuk dana pembangun asrama study tersebut masih tersimpan dan belum terpakai. Karena membangun asrama study itu tidak mudah membalik telapak tangan, harus melalui sejumlah tahapan proses.

Karena lanjut bupati, belajar dari pengalaman pembangunan asrama di Manokwari, dengan tidaknya hati-hati sehingga pihak pemerintah hingga berurusan dengan pihak keamanan karena membeli tanah yang bersertifikat di atas sertifikat.

"Dana 2 miliar yang sudah dianggarkan untuk pembangunan asrama study di Jayapura kami masih simpan, karena belajar dari pengalaman asrama di Manokwari, apalagi tanah di Jayapura semua harus melalui mekanisme yang jelas. Bukan seperti beli Kangkung di pasar, kasih uang langsung terus bawa pulang,"jelas bupati.

Menurut Bupati Tambrauw, demo yang dilakukan oleh mahasiswa adalah satu hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun dirinya sangat tidak menyukai yang namanya demo-demo, dirinya lebih suka cara apabila ada sesuatu permasalahan duduk berkumpul dan membahas untuk mencari solusi dari masalah yang terjadi.

Pantauan Radar Sorong, setelah mendapatkan arahan dan penjelasan dari Bupati Tambrauw, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan aman. Dengan adanya aspirasi yang disampaikan mahasiswa Tambrauw dari Jayapura, maka Pemkab Tambrauw akan membentuk tim yang akan meninjau kondisi mahasiswa di Jayapura.(raf)


Kategori : Lintas Papua

Komentar