Garuda Indonesia
 

SORONG – Salah satu pedagang, Hasna yang memiliki toko yang berdiri sejak 1996 yang menjual sembako di Pasar Sentral Remu Sorong, mengeluhkan kurangnya stok garam dan juga Asam Jawa.

“Harga normal Asam Jawa yang biasanya kami jual seharga Rp 3.000 naik hingga Rp 10.000, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp 13.000, Harga Garam yang awalnya dijual Rp 2.000 kini naik hingga Rp 3.000,” pungkas Hasna kepada koran ini, Senin (7/8).

Disampaikannya bahwa Penyebab kelangkaan Asam Jawa karena musim panen belum ada, dan dikirim dari luar. Stok yang adapun terbatas.

“Asam Jawa ini mahal memang karena belum musimnya, stok yang ada sisa sedikit baru peminat banyak, makanya didatangkan dari luar,” ungkpanya

Lanjutnya, garam juga mahal karena menipisnya bahan baku. Sehingga, produsen tidak bisa melakukan produksi seperti biasa. Cuaca buruk menyebabkan kelangkaan garam yang tidak menentunya musim yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Akibat panjangnya musim penghujan, petani garam di Jawa timur hanya mampu menghasilkan 123.873 ton garam dari target  produksi sebesar 1.2 juta ton.

“Kami selaku penjual bahan pokok, tidak bisa menargetkan kapan garam dan Asam Jawa bisa normal seperti dulu. Karena, banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan kurangnya pasokan garam yang tersedia. Ada stok yang kami sediakan akan tetapi sedikit, mengingat garam sangat diperlukan konsumen. Harapan kami semoga garam dan asam jawa bisa normal kembali,” Ujarnya

Sementara itu, salah satu pembeli mengeluhkan mahalnya Asam Jawa hingga berapa kali lipat dari harga normal, hal tersebut membuatnya sedikit kesal karena dia sering menggunakannya dalam pelengkap masakkannya sehari – sehari.

“Iya mahal sekali, padahal kemarin hanya berapa ribu saja tapi ini sudah belasan kan sudah 4 kali lipat. Biasanya pakai di ikan, terus rujak juga,” tukas Lina (Mhs5/zia)


Kategori : Ekonomi

Komentar