Garuda Indonesia
 

LONDON – Alvaro Morata didatangkan Chelsea dengan asa menggantikan ketajaman Diego Costa. Karena itulah, Chelsea berani merogoh kocek hingga GBP 58 juta atau lebih dari Rp 1 triliun yang menjadikan Morata sebagai pembelian termahal The Blues, sebutan Chelsea. Hasilnya? Di laga kompetitif pertamanya, Community Shield melawan Arsenal di Wembley Stadium tadi malam (6/8), Morata gagal membuktikan harganya.
 
Masuk menggantikan Michy Batshuayi pada 15 menit terakhir waktu normal, Morata hanya mencatat sekali tembakan. Catatan tersebut mungkin masih dimaafkan untuk pemain baru sekaligus pemain pengganti. 
 
Tetapi, seiring Morata juga gagal menjadi algojo penalti, Chelsea tentu kecewa dengan performa striker 24 tahun itu. Apalagi, Morata dipilih sebagai algojo penalti karena pertimbangan tersendiri. Sebelum tadi malam, rekornya sebagai eksekutor tendangan 12 pas adalah 100 persen.
 
Morata menjadi satu di antara dua eksekutor Chelsea yang gagal selain Thibaut Courtois. Sepakan mantan penyerang Real Madrid itu melebar ke sisi kanan gawang Petr Cech. Chelsea pun akhirnya menyerah 1-4 karena semua algojo Arsenal tidak membuat kesalahan.
 
Diwawancarai BT Sport, pelatih Chelsea Antonio Conte masih membela performa Morata. Hanya, Conte tidak menyebut alasan dirinya memilih memainkan Morata sebagai pengganti. ”Saya tidak menyangka bahwa orang-orang terkejut dengan keputusan saya (mencadangkan Morata, Red) meski itu normal untuk seorang pemain baru,” ungkap Conte. 
 
Jika dihitung, Morata sudah bergabung dengan Gary Cahill dkk hampir dua pekan. Eks striker Juventus itu juga telah dimainkan dalam laga pramusim melawan Inter Milan di Singapura (29/7). Tapi, menurut Conte, Morata masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. ”Dia masih butuh waktu untuk ide-ide kami,” tutur pelatih berjuluk The Godfather tersebut. 
 
Karena itu pula, Conte tidak menggaransi Morata bermain starter saat Chelsea memulai usaha mempertahankan gelar Premier League menghadapi Burnley di Stamford Bridge Sabtu malam (12/8). ”Sangat penting bagi kami menemukan kondisi fisik terbaik darinya dan membuatnya nyetel dengan permainan kami. Hal yang sama berlaku untuk (Antonio) Ruediger dan (Tiemoue) Bakayoko,” ucapnya.
 
Selain Morata, Ruediger juga masuk sebagai pengganti. Di sisi lain, Bakayoko masih berada dalam pemulihan cedera. Bukan hanya Morata, performa bomber baru Arsenal Alexandre Lacazette juga tidak terlalu terlihat. Lacazette yang juga pembelian termahal dalam sejarah The Gunners –sebutan Arsenal– malah tak sekali pun menciptakan peluang selama 66 menit. 
 
Entah sebagai pembelaan atau apa, Lacazette meminta Gooners –sebutan pendukung Arsenal– tidak membandingkan dirinya dengan Thierry Henry. ”Saya fans berat Thierry (Henry) semasa muda. Namun, saya tumbuh dan memahami bahwa setiap pemain itu berbeda-beda dan saya tak harus mencontoh siapa pun,” dalih Lacazette seperti dikutip Mirror. (ren/c9/dns)

Kategori : Bola

Komentar