Garuda Indonesia
 

BRNO- Ketika cuaca sudah ikut campur menentukan hasil balapan, maka memainkan strategi jitu adalah kunci. Tim Repsol Honda melakukannya dengan sangat cerdik tadi malam. Mereka menarik Marc Marquez ke pit untuk mengganti motor pada lap ketiga, ketika permukaan trek mulai mengering. Strategi tersebut terbukti tepat mengantarkan sang juara bertahan MotoGP ke podium tertinggi GP Republik Ceko, di Brno sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemuncak klasemen.
 
Saat memulai balapan sebenarnya Marquez dan timnya melakukan kesalahan yang cukup fatal. Mereka berasumsi bahwa hujan, meski tak terlalu deras, akan turun di tengah balapan. Konisi hujan-terang memang sudah terjadi sejak pagi. Bahkan sesi pemanasan alias warm up berlangsung di tengah guyuran hujan. Pada sesi tersebut Marquez menjadi rider tercepat. 
 
Hasil tersebut sebenarnya membuktikan bahwa rider 24 tahun itu sangat kompetitif di semua kondisi, baik basah maupun kering. Karena sangat percaya diri dengan performa Marquez sepanjang akhir pekan itulah timnya berani melakukan spekulasi nekat. Mereka memasang ban untuk trek basah dengan kombinasi depan medium dan soft untuk belakang. 
 
Pilihan ini terlalu agresif di tengah kondisi cuaca tak menentu seperti balapan kemarin. Strategi itu hanya akan efektif jika trek akan terus basah hingga akhir lomba. Mayoritas pembalap di grid memasang ban basah medium-medium. Selain Marquez hanya Hector Barbera (Avintia-Ducati) yang menggunakan medium-soft.
 
Nah begitu balapan dimulai, ternyata prediksi tim Marquez salah. Trek dengan cepat mengering.   Pilihan ban Marquez langsung menjadi bencana. Dalam dua lap saja posisinya langsung turun drastis hingga nyaris terlempar dari posisi 10 besar. Di saat itulah kubu Marquez melakukan spekulasi kedua. Pada lap ketiga Marquez diinstruksikan masuk pit untuk mengganti motor. Motor kedua sudah disiapkan menggunakan ban kering atau slick dengan kompon medium-medium.
 
''Di awal balapan sebenarnya aku merasa sudah salah memilih ban. Aku hampir mengalami kecelakaan beberapa kali sebelum akhirnya mengganti motor,'' ungkap Marquez dalam wawancara usai balapan.  
 
Marquez menjadi rider pertama yang mengganti motor sebelum kemudian diikuti beberapa rider lainnya di baris belakang. Ketika Marquez keluar kembali ke trek dia berada di posisi buncit. Sementara pimpinan lomba di pegang Valentino Rossi (Movistar Yamaha), disusul Johann Zarco (Tech 3-Yamaha) dan jagoan Ducati Andrea Dovizioso. 
 
Setelah mengganti ban, Marquez menjadi sangat cepat. Catatan waktunya 1 menit 58,9 detik, lebih cepat 10 detik dibandingkan pimpinan lomba Rossi di setiap lap-nya. Padahal balapan masih menyisakan 18 lap lagi. Statistik tersebut mengirim alarm kepada tim Rossi. Mereka akhirnya meminta rider 38 tahun tersebut masuk pit untuk mengganti motor. Disusul kemudian oleh Zarco dan Dovizioso. Tetapi itu sudah terlambat dua lap jika dibandingkan dengan Marquez.
 
Begitu rombongan di depan dan beberapa rider lainnya masuk pit, Marquez melenggang mudah ke posisi terdepan. Dan dengan pace balapnya yang luar biasa sepanjang akhir pekan ini, Marquez tak bisa dikejar lagi sampai finis. ''Meraih 25 poin sangat penting untuk mempertahankan gelar juara duniaku,'' tandasnya.
 
Pedrosa yang finis runner up mengaku menyesal tidak melakukan pit stop lebih cepat seperti Marquez. Kompatriot Marquez tersebut baru masuk pit di lap keempat. Dia mengaku mengikuti strategi Marquez satu lap berikutnya. ''Andai aku melakukannya (pit) satu lap lebih awal, akan yakin bakal lebih mudah mengejar Marc di paro kedua balapan,'' terang Pedrosa. 
 
Dengan raihan 20 poin, Pedrosa mengepras ketertinggalannya dari Valentino Rossi di posisi ketiga menjadi sembilan angka saja. Runner up di Brno menjadi podium ke-150 bagi rider 32 tahun tersebut. Kini dia memimpin daftar pembalap MotoGP dengan podium terbanyak tapi belum pernah merengkuh gelar juara dunia.
 
Finis di posisi ketiga adalah Maverick Vinales yang mendapat keuntungan dari kondisi cuaca tak menentu. Memulai lomba dari posisi ketujuh bintang muda Movistar Yamaha tersebut kesulitan bertarung di awal-awal lomba. Kondisi trek basah membuatnya sulit mendapatkan cengkeraman ban. Tapi setelah trek mengering dan mengganti motor, Vinales tampil cepat. 
 
Ini menjadi podium pertamanya setelah GP Mugello. Selain itu, setelah 10 balapan berlangsung musim ini, Vinales dan Marquez sama-sama berdiri di podium. Meski begitu, keduanya juga belum terlibat dalam duel sengit dalam lomba. Padahal saat ini mereka adalah dua rider yang bercokol di klasemen teratas.
 
Hasil GP Brno mengukuhan posisi Marquez sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 154 poin. Keunggulannya bertambah menjadi 14 poin dari Vinales. Dovizioso masih bertahan di posisi ketiga dengan selisih 21 poin dari Marquez. Namun keunggulannya dari Rossi menyusut menjadi satu poin saja. Rossi di posisi keempat tertinggal 22 poin di belakang Marquez. Sedangkan Pedrosa di tempat kelima dengan selisih 31 poin dari Marquez. 
 
Balapan berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria 13 Agustus nanti. Trek ini adalah milik Ducati. (cak)
 
Hasil Balapan GP Republik Ceko 22 Lap 118 Kilometer:
 
Pos Pembalap Tim Waktu/Selisih
1 Marc Marquez Repsol Honda 44 menit 15,974 detik
2 Dani Pedrosa Repsil Honda +12,438 detik
3 Maverick Vinales Movistar Yamaha +18,135 detik
4 Valentino Rossi Movistar Yamaha +20,466 detik
5 Cal Crutchlow LCR Honda +20,892 detik
6 Andrea Dovizioso Ducati +23,259 detik
7 Danilo Petrucci Pramac Ducati +24,079 detik
8 Aleix Espargaro Aprilia +30,559 detik
9 Pol Espargaro KTM +30,754 detik
10 Jonas Folger Tech3 Yamaha +33,236 detik
 
Klasemen sementara setelah GP Republik Ceko
Pos Pembalap Poin
1 Marc Marquez 154
2 Maverick Vinales 140
3 Andrea Dovizioso 133
4 Valentino Rossi 132
5 Dani Pedrosa 123

Kategori : Sport

Komentar