Garuda Indonesia
 

Penarikan Mahasiswa KKN Mandiri Mahardika Bakti Nusantara UMY 2016 dari Kampung Warmon Kokoda SP 3 Kabupaten Sorong, pada Sabtu (1/10) menjadi moment terakhir yang sangat mengesankan. Betapa tidak, 18 mahasiswa KKN itu selama 2 bulan mengabdi di Kampung Warmon, dan bisa memberikan kenang-kenangan Rumah Baca Kokoda yang sangat bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Laporan: AKHMAD MURTADHO

Kegigihan 18 mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu dalam menjalankan pengabdian di Kampung Warmon Kokoda patut diacungi jempol. Mereka datang dari Jogja demi untuk membantu masyarakat di Warmon Kokoda agar bisa lebih mandiri dan lebih maju. Sehingga waktu 2 bulan itu dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat, guna memberikan edukasi dalam berbagai bidang, dengan berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

Maka acara penarikan mahasiswa KKN UMY itu begitu mengesankan, dan tak bisa dilupakan.  Adapun kegiatan yang dilakukan pada tanggal 1 Oktober itu yaitu penarikan Tim KKN, tanam raya dan peresmian rumah baca Mahardika Kokoda. Acara penarikan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, S.Sos, M.Si, Kasat Sabhara Polres Sorong AKP Sutrisno, PP MPM, STKIP Muhammadiyah Sorong, KAUMY, Kepala Kampung Warmon Kokoda Syamsuddin  Namugur, dan masyarakat sekitar. 

  Pada kesempatan itu, wakil bupati meresmikan rumah baca yang telah berdiri kokoh sebagai salah satu monumen yang diharapkan bermanfaat bagi warga Warmon Kokoda. Kepala Kampung Warmon Kokoda, Syamsuddin Namugur menyampaikan bahwa untuk kedepannya kampung Warmon sangat membuka ruang yang sebesar- besarnya apabila ada KKN yang kembali dilaksanakan di kampung itu, karena KKN yang dilaksanakan saat ini sangat bermanfaat dan bertahap bisa mengubah pola pikir masyarakat seperti menjaga kebersihan, saling bergotong royong dan lain-lain. 

   Ketua Tim KKN, Sukma mengatakan bahwa,  KKN yang dilaksanakan selama 2 bulan ini banyak sekali memberikan pengalaman kepada teman-teman tim KKN khususnya, bertemu dengan warga kampung Warmon adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan karena banyak sekali hal yang bisa dipelajari. Berat hati untuk meninggalkan kampung Warmon, tapi tanggung jawab dan kewajiban selaku mahasiswa telah menunggu untuk dilaksanakan. 

    Isak tangis warga pun terdengar saat acara berlangsung, pertemuan singkat 2 bulan ini telah membentuk kedekatan dan kekeluargaan antara tim KKN dan warga kampung Warmon. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan kenang- kenangan dari mahasiswa KKN kepada kampung Warmon, penghargaan dari Bupati Sorong kepada tim KKN dan pemberian penghargaan dari SD Labschool kepada tim KKN. Acara penarikan mahasiswa KKN itu ditutup dengan tanam raya yaitu penyerahan simbolis bibit sagu kepada kampung Warmon Kokoda.***


Kategori : Features

Komentar