Sabtu, 22 November 2014
International - Friendly November 18 : - Japan 2 - 1 Australia - Thailand 2 - 0 New Zealand - China 0 - 0 Honduras - Iran 1 - 0 South Korea November 19 : - Slovakia 2 - 1 Finland - Belarus 3 - 2 Mexico - Greece 0 - 2 Serbia - Slovenia 0 - 1 Colombia - Austria 1 - 2 Brazil - Estonia 1 - 0 Jordan - Romania 2 - 0 Denmark - Ukraine 0 - 0 Lithuania - Hungary 1 - 2 Russia - Ireland 4 - 1 USA - Italy 1 - 0 Albania - Poland 2 - 2 Switzerland - Portugal 1 - 0 Argentina - Spain 0 - 1 Germany - France 1 - 0 Sweden - Scotland 1 - 3 England
 
   
Rabu, 27 November 2013 , 10:38:00

AIMAS- Bertempat di Kelurahan Mariat Gunung, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantoro melaksanakan kegiatan bahkti sosial berupa pengobatan masal,penyuluhan, pemberian alat tulis sekolah dan perehaban gereja GKI Jemaat Silo di Kelurahan Mariat Gunung.
Kedatangan Menhan didampingi istri tercinta Ny Lies Yusgiantoro, serta didampingi Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Marsetio, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Djoko Subandrio, dan jajaran TNI lainnya, yang mana hadir juga Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, S.Sos, M.Si serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat dan undangan lainnya. Dikesempatan tersebut, secara simbolis Menhan menyerahkan bantuan paket sembako dan bantuan sekolah kepada siswa SD dan SMP yang sebelumnya telah dilakukan pendataan. Selain itu, Menhan juga melihat dari dekat proses rehab pembangunan gereja dan kegiatan pengobatan massal.
Pada kesempatan tersebut Menhan mengatakan, dari kunjungan kerja yang dilakukannya bersama rombongan merupakan satu dari sejumlah perjalanan yang dilakukan di Papua dan Papua Barat, awal perjalanan yaitu di Merauke yakni melakukan inspeksi di perbatasan Papua dan Papua New Guinea, inspeksi Pangkalan Angkatan Laut di Merauke termasuk sejumlah pos pengamanan, selanjutnya di Biak melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat tokoh adat dan sejumlah jajaran TNI.
“ Selain Merauke, Biak, saya bersama rombongan juga mengunjungi pulau terluar yaitu Pulau Bras dan Pulau Fanildo (Fani), dan sebelum ke sini ( kelurahan Mariat Gunung) saya juga ke Raja Ampat sebagai bentuk persiapan Sail Raja Ampat 2014, yang mana pada saat Sail Raja Ampat akan banyak datang tamu-tamu dari luar,”ujar Menhan Purnomo Yusgiantoro.
“Saya dulu juga di Sorong tahun 80-an bekerja di Sele, seperti di Linda, Klamono dan sejumlah tempat, karena ada kenangan tersendiri, anak ke tiga saya, perempuan, saya beri nama Linda, yang merupakan salah satu tempat di Sorong,”imbuh Menhan. Menhan bersama istri tercinta yang melihat langsung proses sejumlah bhakti sosial yang dilaksanakan, termasuk melihat dari dekat proses pembangunan gereja, setelah melakukan perbincangan dengan pengurus gereja, dari pembangunan gereja yang dilakukan ternyata masih terdapat kekurangan dana untuk menyelesaikannnya. Dengan spontan pada kesempatan tersebut Menhan menyatakan siap membantu Rp 250 juta untuk menambah kekurangan dana yang ada.
Sementara itu Dandim 1704 Sorong Letkol Rahman Yadi, saat dikonfirmasi Radar Sorong menyebutkan dari bhakti sosial yang dilaksanakan dilakukan pembagian Sembako sebanyak 500 paket sesuai dengan data penerima, paket bantuan sekolah sebanyak 150 paket yang terdiri dari untuk para siswa SD sebanyak 138 paket dan untuk SMP sebanyak 12 paket.
“ Untuk anggota TNI yang membantu proses pembangunan gereja, dilakukan bersama-sama dengan masyarakat kelurahan Mariat Gunung, kurang lebih 2 Minggu, jadi akan kita bantu pegerjaan pembangunan gereja ini,”terang Dandim 1704 Sorong Letkol Rahman Yadi. Usai dari kegiatan di Mariat Gunung, dalam jumpa pers di Hotel Meridien, Menhan didampingi KSAL Laksamana TNI Marsetio, Waasops Kasau Abdul Mu’in, Dirjen Pothan Kemhan RI, DR, Pos M. Hutabarat serta Danrem 171/PVT, Brigjen TNI Joko Subandriyo kemarin (26/11) mengatakan, untuk kegiatan Sail Raja Ampat yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden SBY 2014 mendatang, pihaknya sebagai panitia pusat tentunya akan menyukseskan Sail Raja Ampat yang merupakan even akbar berskala internsional. Untuk suksesnya Sail Raja Ampat, Menhan pun mengatakan terus berkomunikasi dengan Bupati Raja Ampat, Drs Marcus Wanma, M.Si.
Lebih lanjut, Menhan yang juga jadi pembicara pada seminar bela negara yang diikuti komponen mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, anggota TNI-Polri dan lainnya di Hotel Meridien dalam jumpa pers mengatakan, terkait penembakan terhadap 8 anggota TNI yang ditembak di Puncak Jaya, memang tidak ada operasi militer, melainkan hanya tertib sipil. Dalam hal ini intruksi tersebut diberikan kepada kepolisian untuk menangani kasus penembakan teresebut. Menghadapi separatisme di Papua, menurut Menhan, tidak perlu ada penambahan pasukan dari luar. ”Jadi kami dipusat tidak melihat emergency untuk dilakukan operasi militer,” tandasnya.
Dari hasil kunker di Papua dan Papua Barat, Menhan mengatakan yang terpenting adalah sarana dan prasarana pasukan TNI di perbatasan. “Sarana yang terpenting listrik, air minum dan alat komunikasi,” tuturnya. Seperti yang terjadi di Puau Bras yang tidak mempunyai sinyal dan menggunakan NSB sehingga pasukan-pasukan bisa berkomunikasi dengan keluarga.”Karena yang terpenting adalah komunikasi untuk keluarga bagi pasukan-pasukan yang berada di perbatasan,”pungkas Menhan Purnomo Yusgiantoro. (rat/fir)
 
    JPNN.COM | Menhan : Papua belum Emergency untuk Operasi Militer
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Menhan : Papua belum Emergency untuk Operasi Militer"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja Sedikit Drama sebelum Kerja
 SELALU saja ada drama dalam penyusunan kabinet baru. Dulu ada “drama Nila Moeloek” ...
Other