Senin, 20 Oktober 2014
Europa League - Group A October 3 : * FC Zurich 1 - 1 Borussia Monchengladbach * Villarreal 4 - 0 Apollon Limassol - Group B * HJK 0 - 3 Club Brugge * Torino 1 - 0 FC Koebenhavn - Group C * Asteras Tripolis 2 - 0 Partizan Beograd * Tottenham Hotspur 1 - 1 Besiktas - Group D * Astra Giurgiu 1 - 2 Salzburg * Celtic 1 - 0 Dinamo Zagreb - Group E * Dinamo Moscow 1 - 0 PSV Eindhoven * Estoril 2 - 0 Panathinaikos - Group F : * Inter 2 - 0 FK Karabakh * Saint Etienne 0 - 0 Dnipro - Group G : * Feyenoord 2 - 1 Standard Liege * Rijeka 2 - 2 Sevilla - Group H : * FC Krasnodar 1 - 1 Everton * Wolfsburg 1 - 1 Lille - Group I : * Slovan Bratislava 0 - 2 SSC Napoli * Sparta Prague 3 - 1 Young Boys - Group J : * AaB 1 - 0 Rio Ave * Dynamo Kyiv 3 - 1 Steaua Bucuresti - Group K : * Dinamo Minsk 0 - 3 Fiorentina * Guingamp 2 - 0 PAOK Thessaloniki FC - Group L : * Lokeren 1 - 0 Metalist Kharkiv * Trabzonspor 0 - 1 Legia Warszawa
 
   
Kamis, 22 Agustus 2013 , 10:27:00

JAKPUS-Pesta minuman keras (miras) merenggut banyak korban. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, delapan pemuda meninggal secara beruntun Senin (19/8). Mereka tewas setelah menenggak miras oplosan yang dibeli di Toko Gin-Su Minggu lalu (18/8). Para korban tewas tersebut adalah Adi Ferdinan (26), Sutrisno (33), Joko Pitono (39), Sofyan (35), Ishak Maulana (20), Maripin (35), Suaifudin (32) dan Sopar (32). Seluruhnya merupakan warga Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kapolsek Kemayoran Kompol Marupa Sagala mengatakan bahwa delapan orang mengadakan pesta miras di sebuah rumah di Jalan Remaja III Nomor 12 RT 03 RW 8 Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin lalu. Mereka membeli miras oplosan sebanyak lima liter. Miras oplosan tersebut dijual seharga Rp 10 ribu untuk setiap kantong plastik berisi setengah liter. Saat baru menenggak sekitar 3,5 liter miras oplosan itu, tiba-tiba empat orang muntah-muntah. Mereka lantas memilih pulang lebih awal. Sementara itu, empat temannya melanjutkan pesta miras. ‘’Satu jam setelah pesta miras, tiba-tiba perut mereka mual dan muntah-muntah. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih,’’ ujar Sagala kepada Jawa Pos di Mapolsek Kemayoran kemarin.
Setelah menjalani perawatan secara medis, mereka meninggal. Kemudian pihak keluarga korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi. Polisi yang menerima informasi tersebut langsung mencari sang penjual miras oplosan. Polisi akhirnya berhasil menangkap Rendy (49), penjual miras. ‘’Kami mengamankan Rendy berikut barang bukti berupa tujuh jeriken miras oplosan dan 30 botol anggur merah dan 20 botol beras kencur,’’ tutur Sagala.
Kepada polisi, Rendy mengaku bahwa dirinya menjual jamu berbagai merek sejak delapan tahun lalu. Karena usahanya sepi, dia akhirnya berinisiatif menjual miras oplosan sejak sebulan lalu. Bahan-bahan miras oplosan yang digunakan adalah alkohol murni 70 persen, jamu, beras kencur, susu kental, air putih, dan anggur merah. Seluruh bahan itu dicampur dan diaduk di dalam ember. Selanjutnya, dimasukkan di dalam jeriken, dan diisikan ke dalam plastik ukuran setengah liter. Miras oplosan tersebut lantas dijual kepada konsumen. ‘’Saat ini, kami masih memeriksa tersangka. Kemungkinan tersangka akan dijerat dengan pelanggaran atas Undang-Undang Kesehatan,’’ papar Sagala.
Ditemui secara terpisah, Rukyah (41) ibunda Adi Ferdinan, salah seorang korban tewas, mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka anaknya akan meninggal lebih cepat. Padahal, selama ini Adi dikenal sebagai anak pendiam. ‘’Saya tidak tahu bahwa anak saya suka minum minuman keras. Semula saya kira anak saya keracunan makanan,’’ kisahnya. Rukyah berharap polisi menjatuhkan hukuman setimpal kepada pelaku lantaran dianggap telah membunuh anaknya. (agu/hen/dwi)
 
    JPNN.COM | Pesta Miras, 8 Pemuda Tewas
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Pesta Miras, 8 Pemuda Tewas"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Xiao Ping Guo sebelum ke Jalan Thamrin
Ketika bangun tidur Senin pagi ini, saya sudah bukan lagi menteri. Saya juga tidak harus buru-buru b ...
Other