Rabu, 26 November 2014
Champions League - Group E November 26 : - CSKA Moscow 1 - 1 Roma - Manchester City 3 - 2 Bayern Munich *Group F: - APOEL Nicosia 0 - 4 Barcelona - Paris Saint Germain 3 - 1 Ajax * Group G : - Schalke 04 0 - 5 Chelsea - Sporting CP 3 - 1 Maribor *Group H : - BATE Borisov 0 - 3 FC Porto - Shakhtar Donetsk 0 - 1 Athletic Bilbao
 
   
Sabtu, 01 Juni 2013 , 07:04:00

TIMIKA – Tamatnya 10 orang siswa di SMA Lokon yang merupakan peserta beasiswa Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bukan menjadi akhir pendidikan yang ditempuh. LPMAK yang merupakan lembaga kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia khususnya pelajar asli Papua dengan memberikan fasilitas pendidikan, yakni melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah ke Benua Eropa, yaitu ke Jerman. Jumat (31/5) bertempat di Kantor LPMAK, di Jalan Yos Sudarso, Timika, dilakukan acara pelepasan terhadap ke-10 siswa yang akan melanjutkan studi ke Jerman. Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Eksekutif LPMAK, Emanuel Kemong, Direktur Operasional Pendidikan Yayasan Pendidikan Lokon, DR Maximianus Menase Imbang, 10 siswa bersama orang tua.
Program pengiriman siswa ke luar negeri pertama kalinya ini merupakan program LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Lokon. Emanuel Kemong mengatakan pengiriman ke-10 siswa ini tidak pernah direncanakan, namun dilakukan secara tiba-tiba. LPMAK berinisiatif mengikutsertakan 10 lulusan SMA Lokon itu setelah mendengar adanya program kerjasama antara Yayasan Pendidikan Lokon dengan Aachen University di Jerman. “Tidak ada perencanaan, ini ide gila-gila. Sehingga terjadilah proses pengiriman, test dan lainnya disepakati. Ini yang terjadi muncullah rencana kirim ke Jerman,” papar Kemong.
Saat mengikuti test pun, kata Emanuel, dari 10 hanya 6 yang dinyatakan lolos, sementara 4 lainnya belum. Namun pihak LPMAK terus berupaya melakukan berkomunikasi dengan Yayasan Pendidikan Lokon agar 4 siswa tersebut juga bisa diikutkan. “Sehingga kita akan mengirim 10 orang untuk ke luar negeri,” terangnya. Dengan pengiriman 10 siswa tersebut maka menurutnya peluang kedepan akan bisa terbuka lagi. Upaya ini terus dilakukan LPMAK untuk meningkatkan kualitas SDM Papua. Investasi SDM menurutnya jauh lebih penting, karena 10 tahun yang akan datang akan menghasilkan orang-orang terbaik yang akan membangun daerahnya sendiri. “Kalau bicara uang, hari ini ya hari ini, tapi kalau bicara pendidikan ini seumur hidup, dan itu yang dikejar oleh kami (LPMAK), supaya semuanya menjadi tuan untuk membangun di negerinya sendiri,” tuturnya.
Semua siswa tersebut, lanjut Kemong, akan terus didukung oleh LPMAK melalui Yayasan Pendidikan Lokon. Bahkan sebelum berangkat ke Jerman, semua peserta akan mengikuti pembinaan selama kurang lebih tiga bulan di Jakarta untuk penyesuaian, yang mana semua didukung penuh LPMAK. Lanjutnya, LPMAK telah menjalin kontrak dengan siswa tersebut, sehingga usai melaksanakan pendidikan di Jerman, akan kembali ke Mimika untuk bekerja apakah di Pemerintahan, PTFI atau lainnya. “Kita ini mengharapkan, menyiapkan SDM, artinya setelah selesai mereka membangun Papua itu secara umum dan membangun Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Kemong juga mengucapkan terima kasih kepada PTFI yang terus memberikan dukungan. Kalau bukan PTFI, menurutnya tidak akan ada program seperti ini. “Kita bersyukur kepada Tuhan supaya PT Freeport ini dengan keadaan baik, beroperasi dengan baik, memberikan susu kepada kita supaya kita menjadi gemuk, bukan badan tapi otak. PT Freeport ini memberikan sesuatu yang bermanfaat. Komitmen ini terus dijalankan, makanya kita juga menjaga supaya ini berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Pendidikan Yayasan Pendidikan Lokon, DR Maximuanus Menase Imbang mengungkapkan tahun ini peserta beasiswa LPMAK ada 10 orang yang menamatkan studinya di SMA Lokon. Lima diantaranya merupakan program matrikulasi pada tahun 2009, dan 5 lainnya matrikulasi 2010. Anak-anak yang mampu diberi kesempatan untuk bisa langsung pindah ke kelas XI. Rencana melanjutkan pendidikan di Aachen University, Jerman, kata Max adalah kerjasama antara LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon/IDEA. Sebelum berangkat, kata Max, semuanya akan ke Jakarta untuk mengikuti pembinaan selama tiga bulan yang dimulai Juni ini.
Saat ini, kata dia, ada masih ada 52 siswa yang merupakan peserta beasiswa LPMAK yang sedang menempuh pendidikan di SMA Lokon. LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon juga berencana untuk program pendidikan tingkat SMP di SMP Lokon, karena selama ini hanya tingkat SMA. Mewakili orang tua, Leonardus Tsolme mengucapkan terima kasih kepada pihak LPMAK dan Yayasan Pendidikan Lokon yang sudah mendidik anak-anak sehingga bisa memperoleh nilai yang baik. Ia berharap dukungan itu terus berkelanjutan dari LPMAK dan PTFI. “Ini adalah langkah awal, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik dan kembali membangun negeri. Tidak hanya membawa nama Papua, tetapi anak-anak akan membawa nama baik Indonesia,”katanya.(sun)
Nama Siswa yang Akan ke Jerman 1. Yolanda Pinimet 2. Yohana Kemong 3. Yusianta Urumami 4. Magdalena Magal 5. Emelius Aim 6. Pius Kemong 7. Marlien Aypapanae 8. Michaela Turot 9. Welly Tsolme 10. Herlince Magai
 
    JPNN.COM | LPMAK Akan Kirim 10 Siswa Kuliah di Jerman
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "LPMAK Akan Kirim 10 Siswa Kuliah di Jerman"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja Sedikit Drama sebelum Kerja
 SELALU saja ada drama dalam penyusunan kabinet baru. Dulu ada “drama Nila Moeloek” ...
Other