Minggu, 23 November 2014
International - Friendly November 18 : - Japan 2 - 1 Australia - Thailand 2 - 0 New Zealand - China 0 - 0 Honduras - Iran 1 - 0 South Korea November 19 : - Slovakia 2 - 1 Finland - Belarus 3 - 2 Mexico - Greece 0 - 2 Serbia - Slovenia 0 - 1 Colombia - Austria 1 - 2 Brazil - Estonia 1 - 0 Jordan - Romania 2 - 0 Denmark - Ukraine 0 - 0 Lithuania - Hungary 1 - 2 Russia - Ireland 4 - 1 USA - Italy 1 - 0 Albania - Poland 2 - 2 Switzerland - Portugal 1 - 0 Argentina - Spain 0 - 1 Germany - France 1 - 0 Sweden - Scotland 1 - 3 England
 
   
Jum'at, 05 April 2013 , 05:59:00

MANOKWARI - Warga yang mengklaim sebagai pemilik hak ulayat mengancam akan memblokir aktifitas penerbangan Bandara Rendani Manokwari, Jumat (5/4) hari ini. Ancaman ini tak main-main sehingga mengundang perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemkab Manokwari serta sejumlah tokoh-tokoh masyarakat yang menggelar pertemuan.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Kadishubkom) Provinsi Papua Barat, Jack Insyur berharap ancaman memalang Bandara Rendani diurungkan. Alasannya, bandara merupakan sarana vital, bukan hanya kepentingan daerah tapi internasional. Bandara tak seperti gedung atau lapangan sepakbola yang gampang dipalang. ‘’Coba, kalau sampai dipalang akan menganggu penerbangan, siapa yang akan rugi, bukan hanya masyarakat tapi juga pemerintah daerah bahkan nasional. Bandara ini milik dan fasilitas internasional. Jadi mari kita berdoa agar jangan sampai terjadi (pemalangan),’’ ujar Insyur kepada wartawan di kantor DPRPB, kemarin.
Pada rapat koordinasi dengan Komisi C DPRPB, Kadishubkom membeberkan rencana masyarakat yang bakal memalang Bandara Rendani. Ia pun mengharapkan bantuan semua pihak termasuk DPRD agar mau memberi pengertian kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. ‘’Bandara itu milik internasional,’’ tandasnya.
Pemerintah daerah serta masyarakat diminta untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan. Dinas Perhubungan sebagai instansi teknis hanya melaksanakan tugas dengan anggaran yang ada. ‘’Pemerintah kabupaten bertanggung jawab atas bandara yang ada.Kami harapkan para kepala suku, tokoh masyarakat duduk bersama-sama sehingga tidak terjadi pemalangan. Provinsi ini harus baik dimata nasional ataupun internasional,’’ imbuhnya.
Soal tuntutan masyarakat, lanjut mantan Ka Bandara Rendani ini, perlu semua pihak duduk bersama. Tuntutan masyarakat jangan sampai menjadi penghambat pengembangan infrastruktur. ‘’Kami ingatkan agar masalah ini dapat diatur dengan baik. Kewenangan ganti rugi menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk mengaturnya,’’ tambah Insyur.(lm)
 
    JPNN.COM | Bandara Rendani akan Dipalang
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Bandara Rendani akan Dipalang"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Ini Dia Kabinet Kerja, Kerja, Kerja Sedikit Drama sebelum Kerja
 SELALU saja ada drama dalam penyusunan kabinet baru. Dulu ada “drama Nila Moeloek” ...
Other